0

ABOUT ME


Selamat datang di blog  serba ngawur ini. Apa kabar ni? 
Semoga sehat selalu ya!

Para pembaca yang ganteng dan cantik, perkenalkan biasanya saya dipanggil Tekhom.

 Kok tekhom sih! Apa tu artinya?

Begini! Jika saya harus menjelaskan arti dari kata itu, maka paket anda akan habis karena membaca ceritanya. Intinya, nama itu memiliki cerita tersendiri yang terlalu panjang untuk dibahas. Jadi, saya tidak akan menjelaskannya di sini.

Emangnya penting untuk diketahui?

Ngak Juga sih, hehehe

Oke gan kita lanjut. Kalau dalam Foto di atas, saya yang disebelah kanan. Foto di atas ini djepret ketika saya hendak berpisah dengan ayah saya. Tepatnya, ketika saya berkunjung kekampung halaman saya di Papua. Coba perhatikan celan dan baju yang saya kenakan. Kumalkan! Itu pengaru dingin, makanya mandi hanya 1 x seminggu, hehehhe. Maklum, sudah terbiasa hidup ditempat yang bersuhu hangat dan panas.

Kalau boleh jujur, saya tipe manusia yang belum juga jelas tujuan hidup yang kata orang sukses tujuan merupakan hal yang paling fundamental dalam sebuah perubahan. Yah, kayak kapal  kayu gitulah. Terus hanyut dan mengembara tanpa tujuan. Semua mengalir begitu saja.

Asal saya dari pegunungan tengah Papua, tepatnya dari sebuah kampung kecil bernama Dihai. Naah, sekarang anda tahukan! Asal usul nama situs ini, Dihaimoma.com diambil dari nama kampung ibu saya, karena Ibu adalah segalanya. Saat ini saya masih menjadi Mahasisa pada salah satu universitas Swasta di Pulau Jawa. Akibat dari mahasiswa yang menjadi Mahasisa inilah yang membuat saya luangkan waktu untuk menulis di Blog ini.

Oyah...berikut ini  adalah logo blog saya serta artinya!



1 bintang dengan 5 segi bermakna satu tujuan tetapi banyak jalan. 2 Sayap melambangkan ingin terbang sejauh mungkin mengenal dunia. Huruf N diambil dari nama depan yang melambangkan kepemilikan. Tanda melingkar bermata tiga menyibolkan kesatuan antara masusia, alam, dan Tuhan sehingga adanya kerinduan untuk memandang agama dan Ilmu pengetahuan yang bermuara pada Tuhan. Dihaimoma Menulis  Sudah saya jelaskan di atas.

Warnah pelangi melambangkan kerinduan akan perdamaian di Papua, seperti pelangi sehabis hujan. Warnah Biru merupakan simbol kecerahan dan kemajuan sehabis pelangi. Sedangkan warnah Pink mengisyaratkan bahwa saya terlahir dari perempuan Papua dan tidak akan penah lupa untuk bersuara buat perempuan Papua.


Kapan blog ini mulai aktif?

Dihaimoma.com merupakan sebuah situs sederhana yang saya buat untuk menulis tentang tanah Papua. Tujuan utama dari situs ini adalah untuk memperkenalkan tanah Papua ke khalayak luas dan membahas informasi hangat seputar tanah Papua.

Selain itu, sebagai informasi tambahan,  di situs ini juga saya berbagi tips seputar blog, pengetahuan seputar bahasa dan sastra Indonesia.

Blog ini saya buat  pada tahun 2011, tapi sayangnya selama tiga tahun sempat fakum. Alasannya, tidak tahu apa yang saya harus tulis di blog ini. Setelah tahun keempat saya mulai menulis dan hasilnya masih ngawur seperti ini.

Bagaimana saya membangun blog ini?

Kita harus mengakui bahwa buah jasa yang positif tidak dapat begitu saja kita lupakan. Apalagi menyangkal akan hal itu. Awalnya, saya tidak tahu tentang dunia blog. Saya belajar dunia blog ke salah satu senior saya yang bernama ROBI DESE BOBI, setelah itu selanjutnya saya belajar secara mandiri. Yah... ibarat seperti dibukakan pintulah, setelah itu saya keluar sendiri untuk berkelana di dunia blog.

Apa Tujuan Pembuatan Blog Ngawur ini?

Sebagai anak asli Papua, banyak ketidak adilan yang terjadi di depan mata saya. Mulai dari kekerasan aparat militer di Papua yang terkadang memperlakukan masyarakat Papua seenaknya sampai dengan stikma negatif terhadap orang Papua yang terus hidup dalam kalangan masyarakat non Papua. 

Di sana kekerasan militer terhadap masyarakat SIPIL itu hal yang biasa. Yang lebih anehnya lagi, anak sekolah pun biasa ditembak mati tanpa proses hukum dan hal seperti itu sering terjadi dalam setiap tahun. Padahal teroris saja jika tidak bersenjata tajam, biasanya ditangkap dan diproses secara hukum. Kami di Papua sangat berbeda, terkadang hukum di Papua bukan permanen tetapi situasional dan bahkan terkadang hukum takluk dibawah Militer, padahal jika secara teori presiden saja tunduk pada hukum.
Contohnya, kayak kasus Paniai berdara yang menewaskan 4 Siswa SMA pada tahun 2014 silam dan kasusnya belum juga di usut tuntas hingga kini dan masih banyak lagi.
Persoalan-persoalan yang terus terjadi itu membentuk saya menjadi manusia yang mencoba menulis untuk mengobati luka. Tidak ada hal yang dapat saya lakukan untuk menyuarakan semua itu selain menulis dan terus belajar menulis. Bertolak dari penjelasan singkat ini, tujuan dari menulis diblog ini dapat saya bagi menjadi  tiga:
  • Menulis untuk memperkenalkan tanah Papua melalui tulisan
  • Menulis untuk menguak seni dan kemanusian di Papua.
  • Menulis untuk mengajak pembaca memahami persolan Papua dari dua sudut pandang, Papua sebagai Penderita dan Indonesia sebagai pelaku.
Harapan  untuk Blog ini Kedepan Bagi Tanah Papua

Blog ini masih sangat amatir dan tentunya jauh dari kata layak. Satu harapan saya adalah ingin mengembangkan blog ini menjadi media yang turut nenjadi tempat munuangkan ide dan gagasan kaum Interlek muda Papua dan memberikan informasi yang dapat dipertangungjawabkan kepada pemabaca. Tapi.... !! Untuk saat ini harapan itu masih terlalu jauh, bahkan masih di awan -awan. Entah kelak terjadi atau tidak, intinya itulah harapan saya kedepan.

Siapa saya bisa mengirim Tulisan di Blog Ngawur Ini!

Siapa saja bisa mengirim tulisan di Blog serbah ngawur ini. Tulisan yang memenuhi syarat akan langsung dimuat kalau artikel tersebut berkaitan dengan Informasi seputar tanah dan manusia Papua.


Seperti apa ciri-ciri artikelnya?

Artikel yang hendak sobat kirimkan pastikan mengulas  tentang tanah Papua diberbagai bidang. Bisa berupa artikel politik, pendidikan, travel, puisi, cerpen, kesehatan dan lain sebagainya. Hal yang perlu dan harus terdapat dalam artikel yang hendak sobat kirimkan adalah "selalu berkaitan dengan tanah Papua".

Jenis artikel

  1. Opini Argumentatif.

Penulisan artikel harus dalam bentuk opini argumentatif. Artinya, penulisan dalam artikel Opini  yang hendak anda krimkan harus kaya akan fakta.  Kaya akan fakta yang terdapat di dalam artikal yang hendak dikirim inilah yang akan melahirkan karakter argumentasi. Dengan demikian  artikel anda bisa di terima secara luas, membuka wawasan, memberi pengalaman, pengetahuan yang lebih kepada pembaca.

2. Narasi fakta (ekspositoris) dan narasi fiksi (cerpen)

Penulisan artkel yang hendak anda kirimkan bisa juga dalam bentuk narasi. Baik narasi fakta maupun narasi fiksi. Narasi fakta adalah narasi yang melibatkan fakta dalam bercerita. Bisa bersifat subjektif tetapi kaya akan fakta.

Contoh lebih jelas tentang jenis artikel ini, anda bisa melihat artiel-artikel dari Andreas Harsono di  www andreasharsono.net. Narasi fakta bisa dalam bentuk pengalam pribadi dan bisa juga pengalaman orang lain. Sedangkan Narasi fiksi, bisa berupa cerpen tetapi esensi moral yang terkandung dalam cerpen selalu berkaitan dengan tanah Papua.

3. Isi dan tata cara penulisan artikel

1. Pastikan artikel yang hendak anda kirim, dalam satu pargraf maksimal memiliki 5-7  kalimat.
2. Panjang maksimal  isi artikel 1.800 karakter.
3. Edit dan periksa kesalahan pengetikan sebelum mengirim

Tata Cara Pengiriman:
  1. Via email: dihaimomamenulis@gmail.com /dihaimomamenulis@yahoo.com
  2. Sertakan foto dan identitas anda dalam file  artikel yang hendak anda kirim (Jika perlu) 
  3. Konfirmasi pengiriman Via no Hp : 082213529803
  • Catatan: Jika artikel yang kami muat di situs ini tidak objektif atau tidak akurat maka anda bisa menghubungi kami via kontak di atas ini.Terima kasih.

Oyah Sob, sebagai info tambahan kalau kesulitan buat dan desain, bisa hubungi kami. Caranya sama seperti di atas ini. Di sini kami menawarkan jasa buat dan desain blog + bimbingan sampai mahir dan

Ongkosnya, murah.

1 Blog Rp. 400.000. Enaknya, harga  tesebut sudah termasuk domain aktif 1 Tahun. 

Jadi......

Sob, tinggal pakai full desain dan juga  full domain 1 Tahun.

-Menyibak Nurani-

Apa bila engkau bertanya padaku, apa yang kupersembahkan untuk Papua? Akan ku jawab, aku bukanlah orang tepat dan layak untuk engkau bertanya. Apa bila engkau menganggapku sok tau dan sok pintar. Akan ku jawab, banyak orang pintar yang diam dalam pusaran peraturan dan jika engkau menyuruku untuk berhenti menulis, akan ku ukir sisa ideku dengan darah.

Sahabat!!! Jika nanti kodrat mengambil sisa hariku, untuk bersama kalian. Akan kutitip rangkaian aksara kosong ini sebagai pemacu semangat juang generasi perubahan. Karena untuk saat ini, hanya itu yang dapat ku perbuat untuk menghapus duka suga kecil.

Biarkan aku terus menulis untuk rakyatku, meski  aku tahu itu pun seharga nyawa.

                                                                                                         Bogor, 28 Oktober 2017
                                                                                                                  Tekhom Eman
-

Sekian dulu ya, perkenalannya!Salam kenal. Terima kasih.

Dihaimoma
Dihaimoma Menulis Updated at: October 30, 2017

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.
EmoticonEmoticon