0

Mengenal Burung Cenderawasih Merah dari Papua

Dihaimoma.com

Setelah lama mencari ide untuk menulis. Akhirnya, Dihai menemukan satu ide yang tentunya sudah sangat familir diketahui orang. Ide itu adalah menulis seputar burung cenderawasih merah (Cendrawasih Merah) dari Papua.

Burung Cenderawasih merah yang dalam nama ilmiah bisa disebut Paradisaea rubra ini  bukan hanya unik tetapi juga menarik. Selain karena bulunya yang indah dipadang, burung ini merupakan burung pengicau yang suka poligami. Burung ini menggunakan tariannya sebagai senjata untuk menarik betina.

Bagaimana ciri-cirinya?


Cenderawasih merah hanya berukurang sedang. Panjang sekitar 33 cm dan termasuk dalam marga Paradisaea. Burung ini berwarna kuning-coklat serta berparuh kuning. Burung cenderawasih merah jantan dewasa berukuran sekitar 72 cm. Bulu-bulu yang menghiasi burung ini berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya. Bulu muka berwarna hijau gelap dan dibagian ekornya terdapat dua buah tali (antena) panjang yang berbentuk pilin ganda berwarna kehitaman. Sedangkan burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dengan bagian muka berwarna coklat tua dan burung betina tidak memiliki bulu-bulu hiasan seperi burung jantan.

Spesies burng surga ini bersifat poligami karena burung cenderawasih jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya dan setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain.

Burung betina menetaskan dan mengasuh anaknya sendiri hingga dewasa. Pakan untuk burung Cenderawasih Merah adalah buah-buahan dan aneka serangga. Bisa pisang, Pepaya matang dan lain-lain. Saat ini burung surga ini  mulai punah dari habitatanya maka populasi burung ini sangat sulit ditemukan.

1. Cenderawasih merah khas Papua


Burung yang identik dengan burung surga ini merupakan salah satu endemik Indonesia. Burung ini hanya ditemukan pada hutan dataran rendah di Papua, tepatnya sekitar pulau Waigeo, Batanta, Gemien, dan Saonek di daerah Raja Ampat, provinsi Papua Barat.

2.  Burung endemik


Saat ini cenderawasih merah sudah dimasukkan dalam burung dengan beresiko hampir terancam di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix.

Di indonesia sendiri burung ini dilindungi berdasarkan UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.

Berikut ini vieo burung cenderawasi merah yang saya ambil dari situs macaulaylibrary.org. Sobat bisa melihat bentuk dan mendengarkan nyanyiannya.

Dimana dapat saya temukan Cenderawasih Merah?

Kalau sobat berkesempatan untuk berwisata atau jalan-jalan ke Raja Ampat menikmati keindahan baharinya yang tersohor itu maka jangan lupa menyempatkan waktu untuk mampir sebentar ke Desa Sawingrai yang terletak di Distrik Meos Mansar, Raja Ampat.

Di desa yang dihuni oleh sekitar 36 kepala keluarga ini sobat akan dimanjakan oleh pesona ritual tarian Cenderawasih Merah yang sangat indah di habitat aslinya. Setelah tiba di desa ini, sobat harus mendaki bukit dibelakang desa ini selama kurang lebih 30 menit. Pemandu  akan mengantar sobat ke lokasi pertunjukkan sebelum 30 menit atraksi tarian dimulai.

Satu hal yang paling di tunggu-tunggu oleh para petualang pencinta burung adalah musim kawin. Pada musim inilah cenderawasih Merah akan menarik betina dengan tariannya. Supaya tidak sia-sia, sebaiknya sobat datang ke desa ini pada bulan Desember dan Februari. Kedua bulan ini merupakan musim kawin dan bertelur bagi burung cenderawasih betina. Jadi, sobat akan menyaksikan ritual menari dari burung surga ini sampai puas.

Di desa Sawinggrai sobat bukan hanya akan melihat Cenderawasih merah tetapi juga empat spesies burung Cenderawasih lainnya. Mulai dari Cenderawasih kecil (Paradisaea minor), cenderawasih besar (Paradisaea apoda), cenderawasih belah rotan (Cicinnurus magnificus), dan cenderawasih merah (Paradisaea rubra). 

Dari jenis  cenderawasih lainnya, Cenderawasih merah inilah yang menjadi ikon khas di desa ini. 

Saat ini burung cenderawasih merah sangat sulit ditemukan baik dihabitat aslinya maupun pasarannya. Hal ini karena burung ini mulai habis diburu para pemburu ilegal dan dijual secara ilegal pula. Jalan satu-satunya untuk melihat langsung burung surga ini adalah sobat harus ke Raja Ampat. Di sana sobat akan menyaksikan langsung tariannya sampai puas.

Kalau beli, berapa harganya  ya?


Burung ini  meskipun sudah termasuk burung langkah dan dilindungi masih saja diburuh dan dijual secara ilegal. Burung surga khas Papua ini dijual dalam dua kategori, burung hidup dan burung mati. Burung Cedecerawasih yang sudah diawetkan dijual dengan harga paling rendah Rp.3.500.000 di  tokoh online seperti bukalapak dan paling tinggi bisa menyentuh Rp.5.000.0000. Burung yang masih hidup dijual dengan harga berkiras antara Rp 3.000.000-Rp 10.000.000 yang tentunya disesuaikan dengan jenis burung cenderawasihnya.

Burung ini masih tergolong mahal dipasaran karena memang pasaran dan habitatnya sudah sangat langkah. Bagaimana pun juga, membunuh dan menjual burung cenderawasih ini bukan hanya melanggar hukum tetapi juga melanggar hak hidupnya di alam ini sebagai bagian dari makluk hidup. 

Sebagus-bagusnya kandang peliharaan burung, tidak akan pernah sebagus kehidupannya di alam liar. Sebaik-baiknya penjara bagi seorang manusia, akan lebih istimewa jika manusia harus hidup bebas bersama anak istri dan keluarganya.
Dengan demikian Dihai cukupkan artikel seputar burung Cenderawasih merah dari Papua ini. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

Dihaimoma
Dihaimoma Menulis Updated at: November 13, 2017

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.
EmoticonEmoticon