0

8 Fakta Tentang Puncak Jayawijaya (Cartenz) di Papua yang Jarang diKetahui Orang!

Dihaimoma.com
Puncak Jayawijaya- Papua merupakan surga bagi kekayaan alam. Bumi cenderawasih ini menyimpan segudang kekayaan alam yang membuat setiap mata terpesona. Mulai dari kekayan bahari, tumbuhan dan hewan endemik yang unik sampi dengan hutan, gunung dan tambang yang terus membuat mata dunia tak berkedip.

Secara seografis Papua juga merupakan surga bagi pegunungan yang menjurang tinggi. Pengunuangan ini membujur dari Barat ke Timur dijajaran pegunungan tengah. Bagian barat, terdapat pegunungan Sudirman dan bagian timur Pegunungan Jayawijaya. Sedangankan dipegunungan bagian pesisir Utara yang memanjang ke arah Teluk Cenderawasih  adalah  Pegunungan Yapen yang  terjal.

Dari gunung-gunung itu nampaknya puncak Jayawijaya yang terletak di provinsi Papua kabupaten Puncak Jaya itu, sejak dulu telah mendunia. Benar bahwa gunung ini sudah dikenal khalayak luas  dan diincar para pendaki Internasional hingga Nasional. Tapi, terkenal bukan berarti dikenal.

Sebenarnya, terdapat banyak hal yang belum diketahui publik seputar gunung berselimut salju abadi ini. Tapi, tenang saja! Pada postingan kali ini Dihai akan berbagi informasi seputar Gunung Jayawijaya dalam artikel ini. Berikut 8 Fakta Tentang Puncak Jayawijaya (Cartenz) di Papua yang Jarang di Ketahui Orang!

1.  Sejarah Gunung Jayawijaya di Papua


Sebelum kontak dengan orang Eropa puncaknya ini dikenal dengan nama Nemangkawi di Amungkal dalam bahasa Suku Amungme yang berarti Panah Putih dan ada pulah yang menyebut Ndugu-Ndugu. Gunung bertabur salju ini pertama kali di temukan oleh Jan Carstens zoon ketika ia melihat sebuah bongkahan es yang besar disebuah puncak di pagi pada tahun 1623. Dari situlah ia menamai gunung itu dengan Piramida Carstensz. Tapi, Belanda baru memulai ekspresi setelah hampir tiga abad berlalu, pada tahun 1899 dan untuk menghormati sang penemunya maka gunung ini diberinama Carstensz.

Dihaimoma.com
Jajaran Pegunungan Sudirman[Image:Source]
Di kawasan Puncak Jaya ini terdapat 5 puncak yang lebih rendah dari punjak Jayawijaya. Pucak-puncak ini biasa disebut dengan, Puncak Meren, Puncak Northwall, Puncak Ngga Pulu, Puncak Sudirman, dan Puncak Trikora. Dari kelima puncak ini, hanya empat puncak yang bersalju.

Atau yang lebih dikenal dengan sebutan seperti berikut ini:

Puncak Jaya (carstensz) 4.884 mdpl
Puncak Mandala 4.760 mdpl
Puncak Trikora 4.730 mdpl
Puncak Idenberg 4.673 mdpl
Puncak Yamin 4.535 mdpl
Puncak Carstenz Timur 4.400 mdpl

Puncak-puncak yang tinggi di Papua tersebar disekitar jajaran pegunungan tengah (cordillera) utama. Sedangkan Puncak yang tertinggi adalah gunung Jaya kusuma atau gunung Jaya (4.884 m), yang semula dikenal sebagai gunung Carstensz. Gunung ini mendominasi ujung barat. Didekatnya menjulang Ngga Pilimsit atau gunung Idenburg (4.717 m). Di bagian tengah dan timur cordillera berdiri gunung Trikora (semula G. Wilhelmina; 4.730 m) dan gunung Mandala (4.640 m). Gletser kecil, yang cepat mencair, menutupi gunung Jaya dan gunung Pilimsit.

Selain nama-nama di atas ini salah satunya yang kurang dikenal adalah gunung Ngga Pulu. Pada tahun  tahun 1962 Heinrich Harrer memberi nama puncak ini dengan NW Ngapalu pada peta yang digambarnya. Setelah tahun 1973 Papua direbut Indonesia, melalui KTT NW, nama ini  diubah menjadi Sumantri. Perubahan itu untuk menghormati serorang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral masa itu.

Baca juga:


Puncak ini memiliki beragam nama dan meskipun sudah sangat terkenal dan dikenal. Banyak orang yang tidak mengetahui nama-nama tersebut. Ketika Papua Barat dikuasai oleh Indonesia pada tahun 1963. Puncak ini pernah disebut dengan beberapa nama seperti Puncak Soekarno, Gunung Jaya Kusuma, Gunung Jaya, Puncak Jaya, Puncak Jayawijaya, Puncak Carstensz, Piramida Carstensz, dan Gunung Carstensz.

Dari nama-nama di atas ini, nama Jayawijaya saat ini sudah digunakan sebagai nama salah satu kabupaten di provinsi Papua, yakini kabupaten Jayawijaya dengan ibu kota Wamena yang terletak di lembah Baliem. Begitu juga dengan nama Puncak Jaya, saat ini sudah menjadi nama sebuah kabupaten dari provinsi Papua dengan Ibu kota kabupaten, distrik Kota mulia. Nama ini di ambil dari nama lain punjak Jayawijaya.

Kata puncak berarti gunung atau puncak. Kata Jaya berarti kemenangan, menang atau mulia. Jadi,  nama Puncak Jaya ini juga merupakan simbol kemenangan Indonesia atas Belanda merebut Papua. Tetapi, nama Carstensz Pyramid sangat pepuler dan digunakan oleh kalangan pendaki luar dan dalam negeri.

Itulah sejarah serta sederet nama yang digunakan orang untuk menyebut Puncak Jaya alias Puncak Jayawijaya yang dapat saya bagikan. Semoga saja dari nama-nama itu ada salah satu yang sobat tidak ketahui biar admin tidak malu dan sesui dengan judul artikel ini hehehehe.

2.  Puncak tertinggi di Indonesia, Australia, dan Oceania


Puncak Jaya memiliki ketinggian 4.884 mdpl dan saat ini menjadi gunung tertinggi di tiga kawasan, Indonesia, Oceania dan benua Australia. Puncak yang menjadi salah satu dari tujuh gunung tertinggi di Dunia (World Seven Summits) ini menjadi idaman para pendaki gunung di dunia. Itulah sebabnya,  sampai saat ini hampir 70% lebih pendaki berasal dari manca negara.

3. Ketinggian dan salju gletser terus menurun


Salah satu gunung tertinggi di dunia ini terus mengalami perubahan dan Penurunan. Salju  di Puncak jayawijaya terus berkurang sehinnga berpengaru pula pada ketinggian. Pada tahun 2009 NASA mengambil foto Puncak Jaya dengan satelit di ketinggian 4.884 meter dan foto satelit NASA itu membandingkan kondisi gletser di tahun 1989 dan 2009. Tahun 1989, ada lima gletser di Puncak Jaya. Namun, pada tahun 2009 atau setelah 20 tahun, dua dari lima gletser itu hilang sama sekali. Sedangkan sisa tiga gletser[1] lainnya berkurang secara drastis.

Selanjutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum lama ini khawatir kalau pada tahun 2020 ice sheet (puncak es) di puncak  Jayawijaya akan meleleh. Hal itu karena pada tahun 2016 bulan Mei es setebal 4,26 m mengalami penurunan. Sedangkan bulan November pada tahun yang sama ice sheet puncak Jayawijaya kembali mengalami penurunan 1,43 meter. Jadi, ketebalan ice sheet di puncak Jayawijaya pada tahun 2016 tersisa 20,54 meter. Hal ini menunjukkan bahwa adanya penurunan yang sangat drastis.

Lalu bagaina dengan saat ini? Entalah. Tapi yang pasti semua perubahan itu disebabkan oleh perubahan yang dipicu oleh pemanasan global dan tidak lain pada dasarnya akibat dari ulah manusia  itu sendiri.

4. Mengapa gunung Jayawijaya bersalju?


Gunung ini terbentuk dari batuan yang berasan dari dasar laut. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh seorang ahli geologi bernama Fransiskus Benediktus Widodo mengatkan bahwa pembentukan Pulau Papua dan puncaknya Jayawijaya terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Pulau ini terbentuk dari bebatuan sedimen yang terangkat akibat tumbukan lempeng Indo-Pasifik dan Indo-Australia di dasar laut sehingga mengakibatkan dasar laut tersebut terangkat dan membentuk sebuah pulau dan gunung yang saat ini dikenal sebagai gunung tertinggi di Indonesia.
Dihaimoma.com
Cartenz Pyramid West Papu[Image:Source]
Proses itu diperkuat lagi dengan ditemukannya fosil hewan-hewan laut yang tertinggal dibebatuan Pegunungan Jayawijaya. Jadi, jajaran pegunungan tengah itu terbentuk akibat tekanan lempeng Australia dengan lempeng Pasifik, yang terangkat secara besar-­besaran selama beberapa juta tahun terakhir. Puncak Pegunungan Sudirman dan Pegunungan Jayawijaya merupakan endapan Samudra. Jajaran pegunungan ini tingginya mencapai lebih dari 3.000 m, sehingga menjadi tantangan bagi pembangun jalan yang ingin menghubungkan bagian utara dan selatan.

Di sebelah utara, merupakan daerah aliran sungai namun menurun sedikit demi sedikit, tetapi di bagian selatannya curam. Curah hujan yang tinggi dibagian yang curam memotong bagian daratan dan menyebabkan terbentuknya sungai-sungai yang mengandung endapan yang tidak stabil dan terangkut ke dataran aluvial berbatu di selatan yang lebarnya hampir 200 km di sebelah timur dan hanya 40 km di sebelah barat (di daerah bagian barat Timika) Sri Nurani (Kartikasari dkk, 2012:5)[2]

Dengan demikian itulah sebabnya jajaran pengunungan tengah ini sangat tinggi dari tempat lainnya di Papua, hal inilah yang menyebabkan puncak Jayawijayawa bersalju hingga saat ini.

5. Orang pertama mendaki Puncak Jayawijaya


Jagoan pencinta gunung pertama yang tercatat menaklukkan puncak Jawawijaya adalah tim ekspedisi yang mendaki gunung ini dibahwa Pimpinan Heinrich Harrer. Heinrich Harrer merupakan seorang yang bisa dikatakan multitalenta, pendaki gunung, olahragawan, dan juga sebagai  seorang penulis dari Austria.

Ia selalu mengikuti ekspedisi-ekspedisi etonografis dan pendakian gunung di beberapa daerah serti  di Alaska, Andes dan Ruwenzori.  Heinrich Harrer juga tercatat sebagai pendaki pertama Gunung Deborah dan Gunung Hunter di Alaska pada tahun 1954.
Dihaimoma.com
Heinrich Harrer Orang Pertama yang berhasil mendaki Puncak Jayawijaya [Image:Source]
Pada 1962 ia pemimpin sebuah kelompok berjumlah empat orang yang merupakan orang pertama yang berhasil menaklukan Puncak Jaya alias puncak Cartenz di Papua. Sebelumnya ada banyak para pendaki lain yang mencoba untuk menaklukan gunung ini melalui ekspredisi gabungan yang dilakukan oleh Belanda dan Australia namun belum pernah ada yang berhasil.

Setelah dua tahun kemudian Indonesia sebagai orang kedua yang mencapai puncak ini melalui ekspedisi yang dipimpin oleh Letnal Kolonel Azwar Hamid dari Direktorat Topografi Angkatan Darat dan berhasil mencapai Puncak Jaya ini pada tahun 1964.

Jadi sederhananya, Orang luar pertama yang berhasil menaklukan puncak berselimut salju abadi ini adalah Heinrich Harrer dari Austria. Sedangkan orang yang pertama dari Indonesia adalah  Azwar Hamid dan tim ekspredisinya.

6. Gunung termahal di Dunia


Mayoritas pendaki gunung Jayawijaya adalah orang Luar. Jumlahnya mencapai lebih dari 70% pendaki dan sisanya orang Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa selain sebagai gunung tertinggi  faktor ekonomi dan beberapa hal lain dalam birokrasi menjadi kendala utama mengapa pendaki lokal lebih sedikit.

Puncak Jayawijaya menjadi satu- satunya gunung bersalju di Indonesia. Gunung ini terbilang unik, meskipun letaknya di jalur katolistiwa tetapi menyimpan bongkahan salju yang besar. Perjalanan ke puncak ini sangat menantang. Saat ini Carstensz menjadi salah satu gunung termahal di dunia. Kalau sobat hendak berkujung maka sobat harus bersedia mengeluarkan duit dengan kisaran 1.800 dolar AS atau sekitar Rp25 juta. Ingat itu kalau sobat orang Indonesia. Tapi, kalau sobat turis manca negara bisa 4  kali lipat dari itu.

Apakah sobat tertarik?

7. Masuk kawasan taman nasional yang diakui UNESCO


Kawasan konservasi ini juga merupakan kawasan unit biogeografi yang dikatahui sangat luas. Pegunungan Jayawijaya yang disebut juga jajaran pegunungan Sudirman ini terdapat 4 gunung lainnya yang bersalju di puncaknya dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yang memiliki luas 2,4 juta Hektare. Taman nasional ini terletak di provinsi Papua dan menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Pada  tahun 1999 taman nasional ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
www. dihaimoma.com

Menurut kajian Heywood dan Davis (1995) tentang pusat keragaman tumbuhan di Papua, Gunung Lorentz, Mamberamo dan Pegunungan Jayawijaya tampaknya sangat penting bagi pakis dan likofit. Lokasi-­lokasi ini memiliki kisaran habitat mulai dari permukaan laut sampai ketinggian lebih dari 4.600 m, sehingga mencakup seluruh habitat pakis dan likofita.

Diwilayah Jayawijaya dan beberapa daerah lainnya ditetapkan oleh Penetapan Prioritas Konservasi (PPK)sebagai kawasan penting untuk amfibi. Sejauh ini PPK juga memberikan berbagai rekomendasi tata guna lahan secara praktis dan berbasis ilmiah kepada para pembuat keputusan dan pemilik sumber daya alam. Selain itu  dikawsan pegunungan Sudirman ini juga ditemukan sejumlah jenis endemik yang terbatas, yaitu Puyuh Jayawijaya (Anurophasis monorthonyx), Robin salju (Petroica archboldi) dan Bondol dada-hitam (Lonchura teerinki)

8. Jalur Pendakian Puncak Jayawijaya


Untuk mencapai tempat ini sobat bisa menggunakan dua jalur yang menurut saya tergolong aman. Sobat bisa melalui Sugapa dan Ilaga.  Sobat harus berangkat dari Nabire naik pesawat perintis selama sekitar 45 menit dengan biaya kurang lebih satu jutaan. Kalau sudah tiba, sobat harus menempuh perjalanan sekitar 5-6 hari perjalanan untuk menuju puncak dari gunung tertingi di Indonesia ini. Tapi  saat ini, rute melalui Sugapa menjadi jalur yang sering dilewati para pendaki. Biasanya para pendaki menyewa porter dengan biaya Rp 500.000-1.000.000 per hari.

Dari dua Desa itu, sobat akan melewati danau Larson dalam empat hari. Lalu dari situ menuju Danau Biru. Danau Kuning langsung menuju Puncak Carstenz dengan perjalanan sekitar 3-4 jam dan sobat akan masuk camp terakhir sebelum memasuki Puncak Carstenz selama satu hari perjalanan. Setelah  sobat mencapai ketinggian 4.000 mdpl. Suhu mencapai di sini mencapai 0 derajat Celcius dan bahkan minus akan menyerang anda. Pada kondisi inilah, sobat membutuhkan segala perlengkapan yang sudah sobat siapkan.

Perjalanan ke Punjak Jayawijaya juga bisa melalui jasa operator sepert  Rakata Adventure, Indonesia Trekking, atau Adventure Indonesia. Beberapa Operator tersebut akan selalu siap mengurus perjalanan anda ke Carstenz. Untuk sampai kesana, dari Jakarta sobat butuh waktu masksimal 3 minggu.

Persiapan:

Sebelum menempuh perjalanan sobat harus menyiapkan fisik. Biasanya, para pendaki menyiapkan diri selama 3 bulan sebelum berangkat ke puncak salju abadi ini. Bukan hanya fisik, sobat juga harus meminta surat ke Menpora dan cc-nya ke beberapa departemen, seperti Kementerian Kehutanan, Pariwisata, Kehutanan, atau Kepolisian dan jangan lupa menyiapkan berbagai keperluan yang anda butuhkan dalam mendaki gunung.

Tantangan lain yang siap menanti sobat adalah harus menyeberangi jurang setinggi 100 meter dengan cara menggantungkan diri dan merambat di udara melalui tali tersebut.Bagi anda yang profesional menggunakan teknik ini, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. Tapi, kalau baru maka agak lebih lama dari itu. Setalah sobat lalui tahap ini, selamat ya! Sobat sudah berhasil sampai di atas Puncak Carstenz yang berselimut salju.


Jadi itulah 8 fakta seputar puncak Jayawijaya di Papua yang dapat saya bagikan dalam artikel ini. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan umum anda dan saya. Terima kasih.


*Catatan Kaki

[1] Arti Gletser atau glasier adalah bongkahan es yang besar dan terbentuk di atas permukaan tanah dari akumulasi endapan salju yang membatu selama kurun waktu geologi dan saat ini es abadi menutupi sekitar 10% daratan di bumi ini.

[2] Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber dengan acuan utama buku Ekologi Papua edisi VI Conservation International Indonedia.2007.Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan Conservation International.
Dihaimoma
Dihaimoma Menulis Updated at: November 25, 2017

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.
EmoticonEmoticon