Pernyataan Sikap Mahasiswa DITOME untuk Penyelesaian Konflik Gedung Asrama Di Nabire - Dihaimoma Menulis

Pernyataan Sikap Mahasiswa DITOME untuk Penyelesaian Konflik Gedung Asrama Di Nabire

- 13:44:00
Dihaimoma menulis

Gerakan peduli pendidikan Dipa, Topo, dan Menou (Ditome) merupakan salah satu wadah yang dibentuk atas asas peduli akan pendidikan diketiga wilayah tersebut. Dari segi strukturnya, saat ini wadah tersebut dipimpin oleh salah satu mahasiswa yang sedang berstudi di Bandung, Jhon Madai. 

Dalam perkembangannya, sebagai gererasi  muda yang rindu akan pendidikan. Kami selalu update informsi seputar perkembangan pendidikan di wilayah DITOME, mulai dari pemerataan pendidikan, minat generasi mudah terhadap pendidikan, sampai dengan sara dan prasaran penjung pendidikan di ketiga wilayah tersebut. 

Dari penelusuran kami beberapa waktu lalu, kami menemukan satu persoalan yang belum juga di selesaikan oleh pemerintah Daerah yang sampai saat ini menimbulkan konflik internal diatara masyarakat. Hal yang kami maksudkan adalah tidak adanya penyelesaian dari pemerintah terhadap konflik gedung asrama milik mahasiswa dan pelajar Ditome di wilayah Kali Bobo, kabupaten Nabire. 


Kami memahami bahwa maju dan tidaknya wilayah di Ditome bergantung pada pendidikan itu sendiri. Sedangkan sukses atau tidaknya pelaksanaan pendidikan akan bergantung pada sara dan prasaran penjungan penyelenggaraan pendidikan di suatu wilayah. Sebagaimana kata Nelson Mandela, pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia, maka kami yang tergabung dalam ikatan peduli pendidikan DITOME memahami  upaya pemerataan pendidikan yang dilakukan pemerintah kabupaten Nabire. Terutama melaui program pembangunan asrama yang telah berhasil di jalankan.

Kami harus mengakui bahwa langkah pembangunan asrama DITOME merupakan sebuah jawaban atas kerinduan masyrakat Dipa, Topo, dan Menou untuk membangun sebuah asrama sebagai wadah yang dapat menampung anak-anak mereka untuk mengenyam pendidikan dari tempat tinggal yang layak dan nyaman. Beberapa tahun lalu pemerintah Daerah melalui dinas pendidikan, telah menjawab keluhan itu dengan mendirikan asrama permanen khusus untuk ketiga wiayah itu.

Namun, terlepas dari upaya bijak pemerintah atas pembangunan asrama tersebut. Kami mahasiswa asli daerah DITOME yang tergabung dalam peduli pendidikan Dipa, Topo, dan Menou ingin menyampaikan keberatan-keberatan kami atas lambatnya penyelesaian konflik internal yang terjadi akibat kehadiran asrama itu.

Pertama
Kami mahasiswa/i  peduli pendidikan DITOME yang selalu mengikuti perkembangan daerah, mengetahui bahwa Asrama  yang dibangun tersebut dikleim oleh oknum tertentu bahwa asrama tersebut dibangun atas usaha dan jeripayanya. Kami mengetahui motif dibalik kleim tersebut bahwa indiviudu itu ingin menjadikan asrama sebagai hunian pribadi. Sejauh ini kami sudah berkomunikasi dengan yang bersangkutan dan berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Namun, karena mengalami kebuntuhan sudah dua kali kami membawah masalah tersebut keranah hukum melalui kepolisian Nabire, itupun sampai saat ini tidak ada penyelesaian dari pihak kepolisian. Sementara itu, pihak pemerintah daerah, dalam hal ini dinas pendidikan yang bertanggungjawab atas pembangunan asrama tersebut tidak memberikan solusi yang tagas untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dari kasus-kasus dan upaya penyelesaian yang kami maksudkan di atas, maka kami mahasiswa/i menganggap dibalik persoalan itu ada elit politik ataupun golongnan tertentu yang sedang bermain untuk kepentingan pribadi.
.

Kedua
Kami selaku mahasiswa/i mempertanyakan komintmen dan reputasi dari orang yang memegang roda pemerintahan di kabupaten Nabire, terlebih dalam hal ini dinas pendidikan yang sudah berhasil merealisasikan proses pembangunan asrama tetapi tidak mampu bertanggungjawab untuk  penyelesaian konflik internal yang terus berlarut-larut.

Kami mahasiswa /i mendesak kepada pemerintah terkait, untuk segerah menyelesaikan masalah internal yang terjadi antara individu, dengan cepat dan tepat. Baik melalui  jalur hukum, adat, atau kekeluargaan


Ketiga
Kami yang tergabung kedalam komunitas peduli pendidikan Dipa, Topo, dan Menou bertekad untuk tetap mengikitu dan mengcros chek proses penyelesaian masalah ini. Jika sampai belum ada penyelesaian dari pihak-pihak yang disebutkan di atas, maka kami akan mengambil sikap untuk menyelesaikan dengan cara kami melalui beberapa konsultan ataupun LBH (lembaga Bantuan Hukum) untuk mengawal persoalan tersebut secara hukum ketingkat yang lebih serius. Sejauh ini, kami telah menghubungi LBH di beberapa daerah. Mereka siap membantu, mendampingi, dan mendukung kami untuk menuntaskan masalah tersebut. 


Dengan demikian kami berharap, semoga tiga poin pernyatan kami ini dapat direspon oleh instasi pemerintah daerah yang bersangkutan, demi dan untuk nama baik lembaga daerah ataupun kami sebagai penderita atas persoalan yang terjadi dalam internal kami. Terima kasih.


                                                                                             
                                                                                                    Banung, 20 Juli 2017



 Hubungi Kami:

Alamat      : Jln. Wangsareja Paledang no. 11/  Bandung Jawa Barat
No Hp       : 081344712027
Email        : madaijhon@gmail.com

Advertisement

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.
EmoticonEmoticon

This Newest Prev Post
 

Start typing and press Enter to search