Tempat Wisata di Papua Barat- 5 Tempat Ini Tidak Kalah Seru Dari Raja Ampat - Dihaimoma Menulis

Tempat Wisata di Papua Barat- 5 Tempat Ini Tidak Kalah Seru Dari Raja Ampat

- 20:14:00
Apakah anda hobby  traveling? Naa, kalau anda suka  tentang saja. Kali ini Dihai akan berbagi  dan merekomendasikan beberapa tempat wisata di Papua barat. Tapi, ngomong-ngomong anda tahu tidak, tempat wisata di Papua Barat itu tidak hanya Raja Ampat.
Perlu anda ketahui tempat wisata di Papua barat itu banyak. Termasuk juga wisata alam dan wisata lainnya. Tapi kali  ini, Dihai ingin berbagi 6 tempat wisata di Papua Barat yang tidak kalah serunya dengan tempat wisata ternama di Papua alias Raja Ampat.

1. Taman Nasional Teluk Cendera Wasih (TNTC)

Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Taman Nasional Teluk cendrawasih merupakan salah satu objek Wisata yang sangat memikat. Di Teluk ini terdapat keanekaragama flora dan fauna yang tersebar di darat, di pulau-pulau maupun di perairan laut sekitarnya. Secara geografis  taman ini  terbentang dari Kepulauan Auri dari arah timur Tanjung Kwatisore di sebelah selatan sampai ke utara di atas Pulau Rumberpon. Ketika anda berkunjung  mata anda akan dimajakan dengan terumbu karang dari ke-18 pulau  yang tersebar pada zona inti, zona pelindung dan zona pemanfaatan terbatas.

Pembagian zona ini dilakukan untuk memudahkan fungsi pengawasan di kawasan itu Zona Inti merupakan zona perlindungan dan berfungsi untuk melindungi jenis-jenis dan daerah-daerah  dengan nilai pelestarian tinggi,seperti habitat dan species langka atau terancam kerusakan atau terancam punah, habitat peka yang lemah terhadap gangguan, daerah-daerah yang digunakan untuk melindungi stok perkembangbiakan dan lain. Zona Pelindung merupakan penyangga dari kegiatan-kegiatan pada zona-zona lainnya agar tidak berdampak langsung pada zona inti. Artinya, pengontrol semua aktivitas di sona lain agar tidak berdampak pada zona inti.

Dihaimoma Menulis
Berenang bareng Ikan Hiu Paus (Whale Shark)
Zona Pemanfaatan Terbatas merupakan daerah pemanfaatan sumberdaya alam oleh penduduk setempat secara tradisional untuk kepentingan hidup sehari-hari maupun oleh pengunjung/pendatang tetapi dengan pengawasan dan pembatasan-pembatasan tertentu sehingga tidak merusak habitat atau mengambil jenis yang dilindungi, langka atau terancam punah. Sedangkan, Zona Penyangga merupakan daerah di luar zona-zona tersebut di atas dan diperuntukkan untuk pengamanan dan kegiatan-  kegiatan lainnya.

Unik lagi, kawasan ini bukan hanya objek wisata semata  tetapi  juga termasuk kawasan pelestarian alam   yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang   budidaya, pariwisata, dan rekreasi.


2. Pulau Mansinam (Tempat pertama kali Injil masuk di Papua)

Dihaimoma Menulis
panoramio.com
Pulau Mansinam ini terletak di teluk Doreri dengan luas 410,97 Ha  tepat di sebelah selatan kota Manokwari. Dari pusat kota, Anda hanya  membutuhkan waktu  sekitar 10-15 Menit untuk sampai di tempat ini dengan Perahu Tradisional atau Long Boat.

Keunikan dipulau ini terdapat Gua Kelelawar yang menarik , alam pantai yang indah dan nyaman terdapat beberapa bangkai kapal yang tentunya menjadi objek  daya tarik tersendiri. Bukan hanya itu, Pulau mansinam juga menyimpan kenangan sejarah awal peradaban di Tanah Papua. Mulai dari Situs Gereja, Rumah, Asrama, Sumur Tua dan beberapa Makam Zendeling adalah bukti sejarah yang masih dapat ditemui di sini.

  Langit yang biru dan laut nanbiru menyatu tanpa pembatas, suatu pemandangan  yang langka yang dapat kita lihat sambil berjalan jalan di pantai berpasir putih yang alami dan mengagumkan, juga melihat kampung-kampung nelayan, serta berenang di pantai.

3. Situs Purbakala Tapurarang di Fak-Fak


Tempat wisata purbakala di Fak-Fak
nongsik.com
Situs Purbakala ini terletak di Kabupaten Fakfak, Papua Barat tepatnya di distrik Kokas. Situs Purbakala Tapurarang ini merupakan situs  peninggalan jaman prasejarah. Di sana anda akan dimanjakan dengan Lukisan-lukisan di tebing yang merupakan situs kuno.

Bukan hanya itu, tempat ini memiliki keunikan tersenri karena karena terdapat  lukisan telapak tangan manusia dan juga binatang di dinding tebing tersebut. Uniknya lagi,  meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat dengan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini menyerupai warnah darah manusia. Oleh karenanya masyarakat setempat sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.

Selain itu lokasi ini disakralkan oleh masyarakat setempat. Menurut kepercayaan mereka lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan(makluk halus) kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan.

Di lokasi lukisan tebing ini Anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.

Naah jika anda berani dan  tertarik untuk berwisata ke tempat prasejarah tersebut. Rutenya, dari terminal Fakfak Anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jaraknya hanya 50 kilometer dan bisanya ditempuh  2 jam. Biayanya pun tidak mahal, Anda cukup merogoh kocek  Rp 25.000 per orang, sekali jalan. Tiba di Kokas, perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat kurang lebih 1 jam.

4. Wisata Alam, Budaya dan Pantai di Teluk Triton

Dihaimoma Menulis
versesofuniverse

Teluk Triton terletak di Kabupaten Kaimana. Daerah ini terkenal karena surga bawah laut dan juga  warisan budaya. Yah, tentunya karena keindahan bawah laut. Sejauh ini, kawasan di Teluk Triton telah teridentifikasi 959 jenis ikan karang dan 471 jenis karang dan 16 dari jumlah tersebut merupakan spesies baru. Anda juga dengan mudah menemukan Bryde’s paus mencari makanan.

Bukan hanya itu, gambar kuno dari jaman pra-sejarah di sisi gunung yang menunjukkan telapak tangan manusia  dan binatang di Maimai adalah keindahan budaya yang semenarik dunia bawah laut di Teluk ini.

Kalau ada berkunjung dari Kaimana  anda langsung dapat menuju ke Teluk Triton. satu-satunya alat transportasi yang tersedia adalah transportasi laut. Anda akan di antar oleh kapal milik pemerintah daerah dan  transit di beberapa desa Teluk Triton. Atau bisa juga anda melalui jalur longboat/ speedboat sewaan untuk langsung ke Teluk Triton. Dari Port Kaimana, anda hanya menempu tiga jam jalanan mengunakana perahu panjang. Sedangkan speedboat hanya memakan waktu satu setengah ke Teluk Triton.


5. Tempat Wisa  Alan (TWA)  Gunung Meja, di  Manokwari

Dihaimoma Menulis
sumber: balithutmanokwari.or.id
Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja terletak di pusat kota Manokwari jadi tidak susah bagi penggemar wisata alam untuk berkunjung kesana. Di tempat ini,Anda bisa melakukan aktivitas trekking, _hiking _dan lain-lain. Mata Anda akan dimanjakan oleh flora hutan tropis yang sangat beragam dan memiliki bentuk unik. Tempat ini dipercaya memiliki ratusan jenis pohon, puluhan jenis perdu, semak, liana dan paku serta tanaman herbal. Selain itu, belasan jenis anggrek dan beberapa jenis palem serta rotan dapat anda temui di sini.

Mengingat empat ini tidak jauh dari pusat kota.
Anda cukup naik ojek daripusat kota Manokwari. Ongkosnyapun tidak banyak,Untuk mencapai tempat ini, anda hanya membutuhkan uang Rp10.000,00-Rp15.000,00. Perjalanan menuju tempat ini pun cukup memanjakan mata karena Anda bisa melihat Kota Manokwari dan Teluk Doreri dari selah-selah pepohonan.


Demikian 5 tempat wisata di Papua Barat yang dapat Dihai bagikan. Jika anda berkesempatan, selamat berkujung buat anda. Semoga bermanfaat.

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.

loading...
 

Start typing and press Enter to search