5 Khasiat Buah Merah Yang Mungkin Belum Anda Ketahui - Dihaimoma Menulis
2

5 Khasiat Buah Merah Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

- 01:25:00
Selamat berkunjung dan salam jumpa lagi bersama saya Dihai. Apakabar kawan? Semoga baik dan sehat selalu. Oyah,  satu lagi, jangan bosan untuk bertemu dengan saya di blog serba ngawur ini. Kali ini saya akan berbagi tentang khasiat buah merah, yang perlu kita ketahui bersama. Aaaahhh buah Merah? Ia benar, buah merah! Buah yang identik dengan Papua. Artinya, ketika kita sebut buah merah, maka yang pasti terbayang di benak kita adalah Papua. Naah, benarkan? Heheheh, senyum dulu, jangan serius kawan.

Secara tradisional buah merah dalam bahasa Mee biasa disebut  Bii. Lalu apa namanya, dalam bahasa daerahmu? Tinggalkan di kolum mentar. Dalam bahasa ilmiah buah merah bisa disebut dengan Pandanus conoideus Lamk.

Bagi masyarakat Papua, jika berbicara tentang buah merah berarti sama halnya dengan berbicara tentang salah satu dari makanan kesukaan mereka. Buah merah sering dimasak dengan cara dikukus atau di barapen [1] untuk di isap sarinya. Selain itu, sari buah merah yang sudah diperas sering dicampur dalam sayur untuk dimakan.

Dalam mengkonsumsi buah merah. Jika tolak ukurnya suka dan tidak, maka asumsinya tidak semua orang Papua suka makan buah merah. Kalau Dihai sendiri, sangat suka dengan buah yang satu ini. Soalnya, sejak kecil saya sudah makan buah merah dan bahkan memasaknya sendiri. Ingin coba? Pesan sama teman orang Papua yang anda kenal. Maaf bukannya sombong, memang itulah yang dulu saya lakukan.

Sampai di sini, pertanyaan yang muncul adalah apakah kita mengenal buah merah secara mendalam? Kalau sudah, jangan lanjut baca ya! Jika belum dalam artikel kali ini Dihai akan berbagi 5 poin khasiat buah merah yang mungkin juga belum kita ketahui secara ilmiah dengan merujuk pada beberapa penelitian dan ditinjau dari segi manfaat buah yang identik dengan multikhasiat ini.

Pertama-Jika kita berbicara tentang kekayaan alam Papua maka tidak akan pernah habis dibahas. Papua bukan hanya kaya, tetapi juga unik. Yah! Unik karena dari belahan bumi ini, terdapat berbagai hal yang sangat bermanfaat bagi manusia tetapi secara dominan maupun tunggal anda hanya dapat menemukannya di pulau burung surga. Mulai dari Cenderawasih, Sarang semut, sagu yang mendominasi Papua, dan lain-lain. Dari semua itu, salah satunya adalah Buah merah.

Tahukah anda buah merah berasal dari dari Papua dan sudah dimanfaatkan oleh nenek moyang orang Papua sejak dahulu. Buah yang identik dengan Papua ini, yang berkualitas terbaik secara dominan dapat ditemukan di daerah pegunungan Papua, terlebih daerah Wamena. Secara ilmiah buah ini dinamai ‘pandanus conoideus lam’ karena bentuknya termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan.

Tanaman buah merah banyak ditemukan di daerah Papua, Papua Nugini, dan secara sporadik mulai ditanam dibeberapa daerah seperti Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera Tanaman ini dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian 2.500 m dari permukaan laut (dpl), dengan kesuburan tanah rendah, asam sampai agak asam (pH 4,30- 5,30), dengan naungan 0-15%, dan tumbuh berkelompok di sekitar aliran sungai  [2]

Catatan: Klik dua kali pada gambar untuk memperbesar.


dihaimoma menulis












Sedangkan penelitian yang dilakukan I Made Budi dalam buku "Buah Merah (Penebar Swadaya, 2014) menunjukkan hasil sebagai berikut.

Dihaimoma Menulis

dihaimoma menulis

















Kedua-Bagi orang biologi, kimia, biokimia atau kedokteran dll. Istilah-istilah diatas mungkin makanan sehari-hari bagi mereka. Tapi, bagi kita orang awam, penjelasan di atas sama halnya dengan orang buta tun-tun orang buta. Kita sebagai orang awam tentu kesulitasn menyederhanakan manfaat dari kandungan-kandungan pada penjelasan di atas ini. Benarkan? Sudah tahu nanya! hehehe oyah Gan, saya akan menjelaskan sebisa saya. mmm...tentunya bukan pendapat saya,  tetapi merujuk pada beberapa sumber. Kalau salah, mohon dikoreksi.

Senyawa Tokoferol, altatokoferol, dan betakaroten yang terkandung di dalam buah merah ini berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan turut membantu proses penyembuhan kanker tumor dan HIV/AIDS. Selain itu, dapat juga menyembuhkan stroke penyakit yang berhubungan dengan mata, menjaga kekebalan tubuh dan juga berperan membantu sistem kerja otak.
Catatan: Gan, kalau masih ragu dan belum ada uang untuk membeli buku. Bisa langsung baca ke sumber buku aslinya Klik di sini 
Selain itu, sari buah merah memiliki efek antikanker pada sel kanker rahim, payudara (sel T47D), sel kanker usus besar (sel CC531) dimana efek pada sel kanker rahim dan sel kanker usus besar lebih besar dari pada sel kanker payudara. IC50 sari buah merah pada sel kanker usus besar adalah 200 ppm sedangkan pada sel kanker payudara adalah 600 ppm.  Aktivitas antikanker dari sari buah merah ini ternyata lebih besar dibandingkan agen kemoterapi doksorubisin.

Hal ini ditunjukan melalui penelitian ekstrak metanol buah merah jenis Mbarugum dan ekstrak kloroform buah merah jenis Maler yang lebih bersifat sitotoksik pada sel kanker payudara T47D dibandingkan doksorubisin dan struktur senyawa bioaktif pada ekstrak tersebut adalah hexadecanoic acid dan 9-octadecanoic acid. Mekanisme yang memperantarai efek sitotoksik sari buah merah ini adalah apoptosis. Selain efek sitotoksik, efek antiproliferatif juga ditunjukan melalui uji doubling time pada jam ke 0, 24, 48 dan 72. Potensi antiproliferatif ini menggambarkan terjadinya penghambatan pertumbuhan sel kanker oleh sari buah merah[4]

Naaa..Karena kegunaannya yang beragam, minyak buah merah ini diminati konsumen baik di dalam negeri maupun mancanegara dengan harga yang cukup tinggi. Itulah Papua yang sering dikagumi orang.

Ketiga-Jika selama ini anda hanya mendengar dan mengetahui kasihat buah merah maka anda juga perlu ketahui khasiat daun buah merah dan manfaat ampas pemerasan minyak buah merah. Waoo, luar biasa ya! Dari buah, ampas sampai daunya sangat bermanfaat bagi manusia. Heheheheh...Bisa jadi besok batang dan akarnyapun akan berguna bagi manusia.

Mengacu pada hasil penelitian Yesi Desmiaty (2009:7) menyimpulkan bahwa jumlah flavonoid daun buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) golongan flavanon dan flavanonol lebih tinggi daripada golongan flavon dan flavonol, yaitu 0,86±0,01 % b/b dan 0,13±0,00 % b/b. Jumlah flavonoid total daun buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) adalah 0,99±0,010% b/b. [5]
Sederhannya, kata Flavonoid pada daun buah merah di atas dapat berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitasvitamin C, anti inflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai antibioti. Nahh benarkan
Bukan hanya daun tetapi ampas pemerasan minyak buah merah dapat digunakan sebagai pakan terutama pada unggas. Ampas perasan minyak buah merah jumlahnya cukup besar, sekitar 60% dari berat buah yang diolah. Hasil penelitian Usman (2007) pada ayam buras periode grower menujukan Pemberian pasta buah merah sebanyak 3% dalam kombinasi pakan, dapat meningkatkan bobot badan ayam buras periode grower dari 111,80 g menjadi 137,90 g ekor/ minggu. Demikian pula mortalitas (jumlah kematian) anak ayam menurun dari 12,50% menjadi 0%. [6]


Keempat-Perlu kita ketahui bahwa tidak semua buah merah berkhasiat untuk tubuh. Dalam pemilihannya, terdapat patokan tertentu yang harus kita ketahui dan penuhi. Selain itu, kita juga perlu ketahui efek samping dari mengkonsumsi minyak buah merah.

Berdasarkan hasil penelitian yang pernah di lakukan, sari buah merah yang dianjurkan harus berasal dari dataran tinggi. Minimun 150 m dpl. Buah merah yang berada di dataran rendah memiliki kandungan tokoferol dan betakaroten yang sangat rendah dan bahkan tidak ada sama sekali.  Contohnya, buah merah  yang sering dijumpai pada dataran rendah seperti Jayapura.

Artinya, kalau anda benar-benar membutuhkan buah merah yang berkualitas. Anda harus berani mengeluarkan rupiah untuk kedaerah Wamena,  Puncak Papua, Lani Jaya, Nduga, Paniai dan sekitarnya. Selain itu, efek samping dari mengkonsumsi sari buah merah yang telah diketahui secara empiris dapat menyebabkan penyakit LM. Kira-kira apa ya? Ini dia, Lemas, Mual, dan Mengantuk. Sari buah merah yang diproses menggunakan pemanasan tinggi dapat menyebabkan peningkatan koresterol pada penderita koresterol. 

Kelima- Perlu kita ketahui bahwa, pemerintah Papua sudah nulai mengambil langkah untuk melestarikan dan menjaga buah merah. Buah merah bukan hanya berkhasiat melawan berbagai penyakit ganas, tetapi juga bagian dari makanan tradisional yang telah dikonsumsi sejak dulu. 

Kehilangan tradisi mengkonsumsi buah merah dikalangan orang Papua sama halnya dengan kehilangan satu dari sekian banyak tradisi dan kebudayaan orang Papua yang mulai tenggelam dalam arus globalisasi. Sejauh ini, pemerintah Papua sudah menyiapkan lahan seluas 546 Hektare untuk kembangkan Buah Merah. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat bagi manusia maupun kelangsungan buah merah itu sendiri. Kandungan gizi dan khasiatnya yang multi guna membuat pemerintah mengambil langkah.

Sebagaimana dikatakan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, Semuel Siriwa. Selain menyediakan lahan, pihaknya juga telah menyediakan 11 unit mesin pengolah buah merah. Kesebelas unit mesin pengolahan itu akan ditempatkan di Kabupaten Jayapura, Wamena, Tolikara, Puncak Jaya, Yahukimo, Timika dan Nabire. Tentu saja, proses ini dilakukan pemerintah karena telah mengetahui khasiat dari buah merah ini.[7]

Sampai di sini, jelas bahwa buah merah di Papua sangat berkhasiat dan baik untuk dikonsumsi. Semoga dengan pembahasan  tentang 5 poin khasiat buah merah pada artikel ini, dapat memberi kita pemahaman tambahan. Sekarang,  tinggal satu pertanyaan yang belum terjawab. Bagaimana nasib buah merah kedepan? Mari kita jawab bersama. ?


Jika terdapat kesalahan penyajian atau kekurangan dan kesalahan dalam artikel ini. Mohon tinggalkan komentar. 



Sumber Referensi:

[1] Barapen : Kata yang mengacupada cara masak tradisional orang Papua dengan panas batu.

[2] Laman resmi Farmasi UGM. Buah merah (Pandanus conoideus Lam). Melalui dari http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=349. Diakses Pada 14 Maret  2017 Pukul 0: 49 Wib. 

[3] Laman resmi Farmasi UGM. Buah merah (Pandanus conoideus Lam). Melalui dari http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=349. Diakses Pada 14 Maret  2017 Pukul 0: 49 Wib. 

 [4] T Bernart, Wiryanta W. 2005. Sehatan Dengan Ramuan Tradisional (Keajaiban Buah Merah, kesaksian dari mereka yang tersembuhkan).Depok: Agromedia Pustaka.

[5] Yesi Desniaty. 2009. “Penentuan Jumlah Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Buah Merah (Pandanus Conoideus Lamk.) Secara Kolorimetri Komplementer ” Diakses dari google scholar. Cimahi Jawa Barat. Dipresentasikan Pada Seminar Nasional Pokjanas Toi Xxxvi 13 & 14 Mei 2009, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

[6] Jermia limbongan dan afrizal malik 2009. Peluang pengembangan Buah Merah (pandanus conoideus lamk.) di Provinsi Papua. Makassar.: jurnal litbang pertanian. 28 (4).

[7]Republika Onliline edisi 15 Maret 2017.Papua Siapkan Lahan 546 Hektare untuk Kembangkan Buah Merah. Diakses pada 15 Maret 2017.

Advertisement

2 komentar

avatar

Tulisan bagus, tingkatkan dan teruskan

avatar

Amin. Terima kasih untuk masukannya. Kami akan lebih serius dalam menyediakan konten seputar Tanah Papua

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search