10

5 Poin Kelebihan Perempuan Papua yang Wajib Anda Ketahui

Dihaimoma menulis untuk memperkenalkan Papua
Siapasih yang tidak mengenal perempuan Papua? Berbicara tentang perempuan Papua berarti kita bukan hanya berbicara tentang mama yang akan melahirkan laki-laki dan perempuan Papua. Lebih dari itu. Kita berbicara tentang kelangsungan manusia Papua di tanah surga. Sejak dahulu, antara mama Papua dan tanah Papua merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa kita pisahkan.

Jika ditinjau dari segi budaya "Suku Mee" maka tanah merupakan mama dan mama merupakan  jalan utama penentu kelangsungan kehidupan manusia di atas tanah. Itulah sebabnya, Suku Mee memandang tanah mereka sebagai Mama. Sedangkan  mama biologis merupakan penentu kelangsung suatu marga. Ketiadaan keturunan, bagi suku Mee terkadang merupakan persoalan yang besar. Ketiadaan anak ini merupakan satu poin yang memicu timbulnya poligami di wilayah Suku Mee. Meski secara sains ketiadaan anak dalam keluarga tidak selalu disebabkan oleh perempuan. Sayangnya, sampai sekarang hal itu sering berlaku. Ya, ujungnya perempuan Papualah yang salah.

Seorang laki-laki bisa saja hidup tanpa seorang perempuan tetapi kehidupan terasa tidak sempurna tanpa kehadiran perempuan. Entah apa yang menyebabkan semua itu, tetapi yang pasti semua karena hukum alam yang mengharuskan  manusia hidup, berkembang, dan terus beradaptasi.  Jika  itu ditinjau dari segi biologi. Sedangkan dari segi agama kristen, maka manusia diciptakan Tuhan dari tanah yang diawali dengan penciptaan Adam. Selanjutnya, manusia ditakdirkan untuk terus berkembang dan beranak cucu.

Dipoin ini, pandangan budaya suku Mee dan pandangan Agama menjadi singkron. Agama bersaksi bahwa manusia diciptakan Tuhan dari tanah. Dan tanah menjadi sumber pembentuk tubuh jasmani dari semua manusia. Suku Mee memandang tanah sebagai mama yang menyediakan lahan untuk berkembun, membangun rumah, menyediakan makan, dan beranak cucu. Logikanya, menjual tanah berarti menjual mama  yang membentuk anda. Dan bahkan dulu, waktu Dihai masih kecil. Saya pernah dimarahi mama, hanya karena tulis-tulis di tanah. Katanya, itu mama jangan memotong dan menulis di tanah tanpa tujuan yang bermanfaat.
  
 Dari pembahasan ini muncul dua pertanyaan untuk kita renungkan, yaitu
  • Sudah berapa besar kita menjual mama sendiri demi memuaskan ego kita?
  • Sudah seberapa besar kita menghargai dan menjaga perempuan Papua sebagai mama yang akan menentukan kelangsung hidup manusia Papua?
Dua pertanyaan ini menjadi renungan untuk kita semua.   Heheheh, ingat ee gan. Termasuk Dihai sendiri juga.
Selanjutnnya, dari pembahasan di atas jika kita memilah lagi antara perempuan Papua dan Mama Papua. Maka sama halnya dengan mama Papua dan tanah Papua pada penjelasan di atas. Keduanya tidak bisa kita pisahkan. Perempuan Papua merupakan pengganti peran mama Papua  dikemukian hari. Yah. Seperti kita ketahui, saat ini mama Papua terlebih dulu memegang peran vital dalam melahirkan manusia Papua.
Dalam bahasa gaulnya, perempuan Papua merupakan pucuknya. Sedangkan mama Papua merupakan akarnya. Yupss, karena pucuk tidak kuat tanpa akar maka pucuk itu akan menggantikan peran akar jika waktunya tiba dengan tujuan untuk menopang pucuk selanjutnya.
Berangkat dari pembahasan panjang di atas. Dihai akan berbagi 5 hal yang hanya dimiliki perempuan Papua dan membuat perempuan Papua menjadi pribadi yang unik dan tangguh.

Pertama- Perempuan Papua itu tangguh dan jarang sekali ada yang dimanja 

Manja dan meminta perhatian lebih memang identik dengan cewek. Ya memang itulah salah satu tangungjawab seorang cowok, tetapi bagi perempuan Papua sifat manja terkadang berlebihan. Artinya, tanpa mendapat perhatian dan manja pun, bagi mereka yang terpenting adalah tidak melupakan mereka dan sering meluangkan waktu yang untuk membentuk mereka menjadi pribadi lebih dewasa dalam menyikapi masalah. Poin ini merupakan modal yang cukup bagi mereka.

Kedua perempuan Papua rata-rata cewet, spontan, keras, dan tidak pendendam.

Coba saja gan  ganggu cewek Papua. Terutama yang tidak mengenal anda. Heheheh  ingat!!Jika anda menggangu berarti anda siap terima respon dengan kata-kata semi rap. Artnya, ko ganggu berarti ko cari dapat maki. Dibalik kerasnya perempuan Papua, mereka memiliki jiwa yang lunak. Jiwa keibuan yang sangat berjasa dalam memanusiakan manusia Papua. Mereka terkadang terlihat seperti baja di luar, tetapi memiliki jiwa selembut kapas. Cerewet dan spontanitas mereka merupakan topeng untuk menyembunyikan hati yang lembut.  Sekarang tergantung anda, apakah anda mampu menghapus tepeng itu untuk mendapat hati yang lembut.

Selain itu, sikap itulah yang membuat mereka menjadi diri sendiri. Jika dalam ilmu moral mereka menjadi manusia otentik. Apa adanya, bukan ada apanya. Mereka tidak bertopeng dibalik kelemah-lembutan tetapi tampil sebagai pribadi yang otentik.

Dalam percintaan ketika mereka diputuskan dan diabaikan terkadang sifat seperti ini membuat mereka susa melangkah untuk maju. Bagi mereka, kasih itu tidak hanya memaafkan, tetapi lebih dari itu. Seharusnya,  kasih itu memiliki. Mereka mampu mememaafkan tetapi rasa memiliki itulah yang  membuat mereka susah untuk melangkah alias Move On. Karakter mereka yang spontan dan otentik  membuat mereka sering berpapasan dengan kekerasan dari laki-laki Papua tetapi kelembutan itu mampu membuat mereka memaafkan dan jarang bergosip tentang suaminya, karena bagi mereka yang terpenting adalah memiliki.

Ketiga- jarang ada perempuan Papua yang individualis. Mereka rata-rata berjiwa sosialis tanpa pilih kasih. Artinya mereka akan bergaul dengan cowok dan cewek siapa saja yang mereka anggap baik dan nyaman. 

Di poin ini terkadang jiwa sosial seorang perempuan Papua terkadang salah direspon oleh laki-laki Papua. Ketika perempuan Papua dekat dengan laki-laki Papua. Kadang laki-laki Papua beranggapan bahwa hal itu terjadi karena perempuan itu suka dengannya. Artinya lebih dari seorang sahabat. Ya, tidak sedikit kasus seperti ini yang terjadi dalam hidup seorang perempuan Papua. Sampai-sampai di Papua  ada jargon Cinta di tolak ayuwa bertindak. Tidak tahu artinya, heheh tanya saja pada teman Papuamu. Kasus seperti ini, terkadang membuat mereka kesulitan untuk mencari tempat untuk berlindung. Tapi  mereka tahu, mana sahabat yang layak dan mana sahabat yang ada maunya. Lebih jauh lagi, ketika berkeluarga jiwa sosial ini membuat mereka memandang semua anak Papua sebagai anak mereka.

Keempat- pengaruh Positif perempuan Papua dalam meberikan dampak kepada perempuan non Papua yang menjadi bagian dari orang Papua.

Selama ini tidak sedikit perempuan non Papua yang menjadi bagian dari perempuan Papua (Mama Papua).  Mereka rata-rata sangat cepat menyesuaikan diri dengan kehidupan perempuan Papua. Mulai dari dialek, kebiasaan, cara merespon masalah, dan juga dalam nendidik anak serta  melihat secara merata semua orang tanpa membeda-bedakan keluarga dari pihak laki-laki. Proses ini tentu terjadi karena didikan suaminya, tetapi juga tidak terlepas dari pengaru positif pergaulannya dengan perempuan Papua lainnya. Baik di dalam lingkungan keluarga laki-laki mapun dari perempuan lainnya.

Kelima- laki-laki Papua terkadang merespon  kelembutan, kasih sayang, dan jiwa keibuan seorang perempuan Papua dangan apa yang tampak dipermukaan, yaitu keras kepala, suka melawan, cerewet, dan suka memancing emosi.
Dihaimoma menulis
All@right dihaimoma

Di Poin ini tidak sedikit laki-laki Papua yang mengkur kelembutan, kasih sayang, dan cinta suci  perempuan Papua dari kecantikan, kerapian, dan keelokan seorang perempuan Papua yang terkadang tampil sederhana. Selain itu, banyak pulah yang memandang perempuan Papua itu keras, cerewet, dan kepala batu. Padahal, kita laki-laki Papualah yang tidak mampu menemukan kelebutannya.

Di sinilah perempuan Papua kembali disalahkan. Dalam hal ini, saya sepakat dengan Tua Konaiyo botak alias " Rigo Detto "bahwa jika perempuan marah dan kepala batu kesalahannya pasti adalah pada laki-laki sebagai kepala keluarga. Yah, mungkin karena laki-laki Papua belum menemukan kelembutan yang terselip di balik kepala batunya. Hal ini tentu menjadi tugas wajib laki-laki Papua. Heheheh, anda dan saya.

Demikian lima poin kelebihan perempuam Papua yang dapat Dihai bagikan kepada pembaca. Nahh, sekarang apakah ada yang perlu ditambahkan atau dikurangi? Bagaimana pendapat anda? Dihai sangat menghargai kritik dan saran dari pembaca.
Dihaimoma
Dihaimoma Menulis Updated at: January 10, 2017

10 komentar

avatar

Tulisan yang menarik om jago, sangat tepat.....

avatar

Sangat membantu untuk yang tidak paham bisa dapat memahami.
Terima kasih Tuan ae..

avatar

Suka skaleee...topik yg jarang ...😊

avatar

Suka skaleee...topik yg jarang ...😊

avatar

Trimksh TUHAN YESUS memberkati semoga ini menjadi refrensi untuk sy dan kami perempuan Papua

avatar

Sesuai. Tuhan Yesus sertai orang Papua

avatar

Itu memang kelebihan Mama papua :-)

dan saya bangga menjadi salah satu generasi perempuan papua

avatar

Bangga jadi perempuan Papua (walau cuma setengah hehe)

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.
EmoticonEmoticon