Tips Menulis - Anda Dan Saya Bisa Menulis - Dihaimoma Menulis

Tips Menulis - Anda Dan Saya Bisa Menulis

- 16:35:00

Dihaimoma menulis
Bagi banyak orang menulis merupakan hal yang sangat sederhana. Mereka dapat menuliskan berbagai jenis  tulisan dalam kurung waktu yang singkat.

Pada dasarnya, anak taman kanak-kanak pun dapat menulis. Menuliskan sesuatu yang bermakna adalah suatu  tindakan yang dapat dilakukan oleh  semua orang. Kok bisa, anda masih kurang yakin?. Ini contohnya.


Ketika anda menulis kata "saya"  itu menunjukan anda bisa menulis. Kata itu bermakna, diri atau disebut juga  kata ganti  (pronominal). Jadi jika anda berkata anda tidak bisa menulis maka anda salah.
Masalah ini dapat kita simpulkan. Jika anda pernah bersekolah, maka  bukan  anda tidak bisa menulis. Anda tidak tahu apa yang harus anda tuliskan. Percaya atau tidak, semua yang pernah bersekolah pasti  bisa menulis.

Bagaimana dengan saya?


Empat tahun silam,  saya  tidak tahu apa yang harus saya tuliskan. Waktu itu  saya mulai berpikir bahwa  saya bisa menulis. Lebih tepatnya, saya tidak tahu apa yang harus  saya tuliskan.

Berangkat dari sedikit  rasa ingin tahu. Akhirnya  saya mengetahui penyebab utamanya. Saya tidak pernah membaca buku. Setelah saya  membaca satu  buku. Saya merasa agak berbeda. Saya tahu, apa yang  harus  saya tuliskan, tetapi  bingung dari mana saya memulai (menulis) dan bagaimana saya harus  menuliskannya.

 Ini artinya, saya telah  melewati satu tahap. Dari tidak tahu apa yang harus saya tuliskan menjadi  dari mana dan bagaimana  saya menuliskannya.
Selanjutnya saya dihadapkan pada satu kasus baru yang waktu itu agak linglung untuk menemukan solusinya. Seperti yang disinggung di atas.


Saya mulai mencoba menulis di blog serba ngawur ini. Di awal penulisan, semua hasil  penulisan saya  sangat ngawur. Jika kita kaitkan dengan  baik dan tidaknya tulisan tangan, maka tulisan saya seperti cakar ayam, alias tidak jelas. Baik dari penempatan kata, kalimat, frasa, klausa, dan yang  terakhir, antara paragraf satu dangan yang lainya sangat tidak nyambung.

Setelah sekian lama menulis. Saya masih bingung  jenis tulisan apa yang hendak saya tulis di blog ini. Soalnya banyak jenis tulisan. Secara umum misalnya seperti :

Narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi, dan masih banyak lainya.

 Selain itu penulisan ilmiah populer seperti :

Essai, tajuk rencana, opini, resensi buku, feature, ulasan, dan masih banyak lainya.

Banyaknya jenis tulisan yang harus digunakan, kembali membuat saya terjebak seperti awal. Linglung lagi, jenis tulisan  apa yang harus saya  terapkan.

Setelah saya meminta pendapat dari beberapa senior. Saya mulai berpikir  menulis apa saja yang berkaitan dengan tanah Papua. Selain itu  berbagi informasi apa saja yang  bisa saya lakukan, tetapi bermanfaat bagi orang lain, alias informatif.

Saya mulai fokus pada opini yang sedikit argumentatif. Dari tahap inilah, sedikit demi sedikit  penulisan saya mulai terarah.


Apa saja tahap-tahap masalah yang  saya hadapi? 

Masalah itu membuat saya mengerti ternyata sekurang-kurangnya saya pernah melewati empat tahap.

Pertama- saya tidak tahu apa  yang  harus saya tuliskan. Hal ini karena kurangnya referensi.

Kedua- saya bingung bagaimana dan dari mana saya harus menuliskan ide dan pandangan saya yang tersipan dalam otak. Banyak referensi tapi tidak tahu  cara memulainya.

Ketiga- saya harus fokus pada jenis tulisan  apa di blog ini. Setelah memulai bingung hendak fokus pada jenis tulisan apa.

Keempat- saya mulai menemui sedikit solusi dari persoalan itu. Setelah menemukan memulainya dari awal. 

Dari masalah yang saya hadapi ini. Jika anda  tertarik untuk menulis di blog. Anda dapat bertanya. Saat ini poin mana yang sesuai dengan anda.

Apa solusinya?

Dari pengalaman saya ini, dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi seorang penulis di blogger harus memenuhi beberapa poin di bawah ini.

Pertama-adalah minat dan keingintahuan yang tinggi alias pantang menyerah untuk mencoba menulis di blog.

Kedua-referensi  yang memadai. Referensi ini bisa berupa, pengalaman pribadi, buku, dan belajar dari  fenomena  lingkungan sosial masyarakat dimana saja kita berada.
"Orang yang tidak biasa membaca, sudah pasti bingung apa yang hendak ia tuliskan"
Ketiga-  menuliskan apa yang anda ketahui.

Keempat jangan malu untuk memulai dan malu untuk bertanya. Jika anda tidak menulis karena takut kritikan dan ocehan  dari orang lain  terhadap tulisan anda yang tidak singkron. Selama itu pulah anda tidak akan bisa menuliskan ide dan pendapat anda.

"Orang yang suka membaca dan banyak referensi, tetapi tidak  mencoba untuk menulis sudah pasti bingung dari mana ia memulai untuk menuliskan pandangannya"

Kelima- menulis tidak selalu yang berkualitas. Sebab jika anda menulis hari ini, para penulis  profesional yang menghasilkan  karya berkualitas pun perna berdiri  di posisi anda di saat ini.

Ingat! mereka yang jago dalam menulis dan dapat menuliskan berbagai jenis tulisan dalam waktu singkat seperti yang dijelaskan pada bagian pembuka tulisan ini bukan berarti  mereka langsung mahir dan profesional dalam menulis. Mereka adalah orang -orang yang memulainya dari langkah awal dan  terus mencoba untuk  menulis.

Dari proses panjang itu membuat saya memahami. Kesalahan terbesar yang saya lakukan selama ini adalah tidak pernah menghargai tulisan orang lain. Selain itu membuat saya mengerti menulis membutuhkan banyak hal. Kemauan, wawasan, referensi, waktu,  dan masih banyak lagi.

Setelah membaca artikel ini. Apa pendapat anda?

1 Komentar:

avatar

Luar biasa atas pencerahannya

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.

loading...
 

Start typing and press Enter to search