TUHANKU TUNA - Dihaimoma Menulis
0

TUHANKU TUNA

- 15:05:00

Engkau tuli bahkan bisu dan buta.
Semua bergulir hanyut bersama sang waktu yang
tamak, kikir, dan lahap.
Ia tak memberiku kesempatan.

Aku terjebak di tengah eloknya dunia.
Terbuai hingga hanyut dan terbawa jauh kedalam saraf waktu yang enggang berpaling .
Meski cuil. Rumit merangkak.
Ini terasa sulit meski berasumsi

Ini rasa dan karsaku saat ini.
Nikmat dunia menjajah jiwa dan raga.
Budak neraka rintih duka rasa ini.
Aku hening.
Daku senyap riuh bergelora mencekit rasa surga.

Aku merintih
Aku  berseru
Aku memaki
Aku membunuh
Aku memperkosa
Aku duta naraka

Ia masih tak berbedah.
Tuhanku memang  buta juga tuli.
Masih menyapaku anak.
Masih mengasihiku segenap hati
Masih tersenyum di atas duka yang ku beri.

Tuhanku memang buta.
Aku hina berwajah elok.
Aku tampan berparas picik.
Aku tenang berbalut munafik
Tetap layak harganya.

Ia  tuna atas hasrat naraka yang membara nanbergelora lagi dan lagi.
Aku lelah mengingatkanmu Tuhan.
Aku lesu menyakiti-Mu.
Aku malu atas nafas ini.

Apakah Ini pancaran sumber kasihmu.
Apakah ini cinta-Mu.
Tuna-Mu, membuat hasrat dunia terus meraja.
Engkau Tuna, aku suci.
Aku tuhan atas diriku sendiri.


                                           Bogor, 9 Februari 2015

Advertisement

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search