Inilah Yang Memicu Korupsi Di Indonesia - Dihaimoma Menulis
0

Inilah Yang Memicu Korupsi Di Indonesia

- 03:45:00
Korupsi
Berbicara tentang korupsi bukan hal yang aneh  di negara ini. Korupsi  yang di maksud adalah korupsi  keuangan negara. Di Indonesia hampir setiap bulan media-media besar membahas tentang korupsi. Selama ini banyak kasus  korupsi  yang telah di selesaikan ,ada juga yang  sampai saat ini dalam proses penanganan dan juga mukin akan  ada lagi kasus serupa yang akan melanda negeri ini. 

Penomena korup  ini  selalu mencoreng nama baik Indonesia, baik secara nasional maupun Internasional. Banyak dari mereka yang bangga  dan senang dengan uang hasil korupsi yang mereka miliki dan berjalan tanpa dosa.

Siapa yang korupsi?

Dari berbagai kasus korupsi yang selama ini  terjadi di Indonesia hampir semua koruptor pelakunya di kalangan orang yang di anggap terhormat  oleh masyarakatnya sendiri. Pertanyaannya, apakah mereka bodoh? Apakah mereka  tidak berpendidikan? Atau mereka tidak  berkecukupan untuk  memenuhi tuntutan kebutuhan mereka, sehingga mereka  harus korupsi ? Jawabannya mudah, yaitu TIDAK.


Mereka adalah orang-orang yang berintelektual dan sangat disegani. Negara ini  memperlalukan mereka seperti anak Emas.Diatas derita dan air mata rakyat jelatah hampir semua kebutuhan mereka dipenuhi negara.Lalu mengapa mereka harus korupsi?Rasanya Jawban dari pertnyaaan inilah  yang sulit di jawab.

Sulit di jawab karena mereka pun memiliki berbagai  alasan yang  membenarkan perbuatan mereka.Undang-undang di negeri ini hanya di pandang sebagai susunan aksara yang dikemas untuk teori belaka. Jika undang-undang itu  manusia mungkin Ia  akan berkata “Aku lelah menjerat  pelaku koruptor  di negeri ini” dan ketika undang-undang pun takluk dihadapan mereka hanya satu, mereka menjadi tuhannya undang-undang.

Mengapa korupsi itu terjadi?

Seperti di singgung pada bagian sebelumnya,meskipun  pertanyaan ini sulit  untuk dijawab, mari kita melihat beberapa point yang memicu terjadinya korupsi.

Pertama Pendidikan

Pendidikan menempati posisi pertama   karena pada dasarnya pendidikanlah yang  membentuk karakter manusia. Hal ini karena hasil didikan dari puluhan tahun lalu kita peroleh hasilnya saat ini dan hasil dari didikan  hari ini,kita akan peroleh esok hari.

Pendidikan pada umumnya membina manusia pada tiga rana,Kognitif ,Afektif, dan spikomotorik.

Kognitif segala upaya yang berkaitan dengan aspek intelektual.

Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap, nilai moral,etika dan lain-lain. 

Ranah psikomotor  berhubungan dengan aktivitas fisik /keterampilan (skill).

Ketika  tika pantau sisitem pendidikan di Indonesia maka kita akan menemukan rana kognitif menempati  posisi utama . Secara keseluruhan Pendidikan Indonesia berkonsep  “menguasai pengetahuan setinggi-tingginya”.Hal ini membuat kita  hanya  mempelajari pengetahuan yang telah di ketahui dan di pelajari oleh negara-negara maju  sejak puluhan tahun sebelumnya.


Pada dasarnya konsep   ini baik dan bermanfaat  tetapi akan lebih bermanfaat  jika mengubah konsepnya  menjadi  “menciptakan pengetahuan  sebanyak-banyaknya”. Konsep yang mengutamakan domain kognitif menciptakan generasi mudah  yang berintelektual tinggi tetapi lemah akan nilai  afektif.

Kedua

Struktur pemerintahan Indonesia  yang  berkonsep  kades tunduk kepada camat, camat tunduk kepada bupati, bupati tunduk sama gubernur dan gubernur tunduk sama presiden atau konsep  kadis sampai dengan presiden berdiri secara otonom membuat kasus korupsi terus tertutupi. Hal ini karena kadis tidak berani memprotes kesalahan atasannya dan camat sampai dengan presiden pun demikian.

Sisitem ini    membuat nilai pangkat atau jenjang(atasan) lebih berharga dari pada ratusan triliyunan rupiah uang negara.

Ke tiga hukum

Persoalan hukum bagi para koruptor memang layak  untuk di pertanyakan. Di negara ini kita kenal ungkapan seperti “hukum di Indonesia tajam kebawa dan tumpul ketas. Jika benar Di atas seorang presiden pun  terdapat undang-undang. Seharusnya para koruptor pun  dihukum sesuai dengan perbuatannya tanpa memandang  siapa dan dari mana  dia.Selama ini rasanya hukum di kenai berdasarkan kekuasaan  penegakan hukum, bukan melainkan kebenaran penegakan hukum.

Kesimpulan
Dari tiga point di atas, point dua dan tiga merupakan pengaru dari poit satu . Sistem pendidikan itu sendiri membentuk sumber daya manusia yang lemah akan nilai afektif dan spikomotorik.

Selain itu hal ini bisa juga kita lihat dari generasi muda di negeri ini. Di dunia  Internasional banyak  generasi  mudah  yang merai medali emas dan perunggu diberbagai bidang,tetapi yang mendapatkan nobel bisa di hitung dengan jari. Persolan utama hal ini terjadi  karena  pendidikan  di Indonesia berkonsep "menguasai pengetahuan sebanyak-banyaknya" konsep ini membuat generasi muda membudayakan hafalan bukan menciptakan pengetahuan . Mereka hanya memuntakan kembali apa yang ada. Mereka  tidak bisa menciptakan sesuatu yang baru.

Saran

Di zaman globalisasi  dan moderenisasi ini untuk mendapatkan pengetahuan sangatlah mudah. Hal ini karena Indonesia bukan lagi seperti tahun 60-an yang serba terbatas. Dalam artian  rana pengetahuan mudah di didik dan didapaat sehingga tidak membutuhkan didikan yang ekstra. Tetapi yang membutuhkan didikan ekstra adalah rana afektif dan spikomotorik. Dari kedua rana  ini, rana afektif  sangat sulit untuk dinilai maupun di didik. 

Pengaru globalisasi  dan modernisasi   yang memicu persaingan yang ketat  akan membuat sumber daya manusia yang lemah akan nilai afektif  menggunakan berbagai macam cara yang licik untuk mencari kepuasan.

Dengan demikian  pendidikankan  di Indonesia harus mengutamakan rana afektif  dan psikomotorik. Hanya dengan begitu generasi mendatang akan mengubah Indonesia menjadi negara yang hebat.
Ketika nilai afektif  dan psikomotorik di utamakan  generasi mudah yang menjunjung tinggi kebenaran dan kejujur akan terbangun dan  rasa korup yang memicu korupsi dapat di bendung  dan juga pengetahuan akan mudah di ciptakan sehingga membuat budaya menghafal pada generasi mudah pun  dapat di kendalikan.

Advertisement

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search