SUDAHI SEDIHMU - Dihaimoma Menulis

SUDAHI SEDIHMU

- 19:48:00
Jangan mendung purnamaku, jangan sedih mentariku.
Tanpamu duniaku tak berkehidupan. Kekosonganmu duniaku gulita.
Ini rintihan rindu bukan duka picik.

Engkau penerang hiduku. Hanya belum bagi mereka.
Engkau membuat aku dan engkau menjadi kita, tetapi belum untuk mereka menjadi kita.
Aku, kamu, juga mereka. Kita sama, sayang.

Aku bangga memilikimu mentariku.
Aku  ingin engkau menjadi pemberi kehidupan, bagi semua kehidupan.
Bukan hanya manusia, tetapi juga semua yang hidup.
Engkau akan tersohor, bahkan setan pun kan bertampik menatap ayunya hatimu.

Ini hanya kecil cuil. Semua hanya tak terbiasa.
Engkau baru melihat dunia nyata, dari mimpi panjangmu.
Ini hanya satu belum dua, tiga, bahkan sejuta.
Aku ingin membawamu pergi, mengarungi hitam dan putih hidup ini.

Aku ingin mengagumimu dikala mereka meludahmu.
Engkau tetap purnamaku, selama hidup masih berkehidupan
Disini hanya benda menjadi bahagiamu. Bukan hadir yang menjadi kesempurnaanmu.

Air mata bukan ukuran benar atau salah.
Meski aku harus menangis akan tingkahmu.
Bukan salahmu, ini hanya engkau tak tahu yang harus engkau tahu.
Ranting bahkan pepohonan akan bernyanyi, benda itu tak hidup.

Iblis akan tersenyum, pada batin  yang terpesona memandang hidup akan benda.
Mentariku terangilah kita. Bukan hanya aku tetapi kita.
Tahuku mentari takkan memilih dan memilah.

Ketika rapuh dan lelah, ketika duka dan mendung, engkau tak pernah lelah.
Ceria di wajah elokmu, bukan hisan sementara
Begitu setahuku ketika itu memilikimu.

Ini hanya benda hina dan fanah.
Akan engkau tahu ketika benda tak lagi berujar memberimu bahagia.
Ketika hidup berpaling pada sang Khalayak.
Benda tak memberimu bahagia.

Dunia kan terasa sempit bahkan hina dan tak memihak bagimu.
Aku hanya bangga memilikimu.
Engkau mengajariku bukan hanya belajar tetapi juga mengajar.
Dikalah hatimu bertanya akan kujawab, aku merindukannya.
Dikalah rasamu membenciku. Jawabku aku adalalah aku yang tetap merindukannya.
Jangan sedih purnamaku.
Ini hanya kecil, cuil.

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.

loading...
 

Start typing and press Enter to search