Aneh- Inilah 12 Poin Kebodohan Masyarakat Jawa Mengenal Orang Papua - Dihaimoma Menulis
1

Aneh- Inilah 12 Poin Kebodohan Masyarakat Jawa Mengenal Orang Papua

- 03:09:00

emoticon
Belum lama ini Indonesia merayakan ulang tahun ke-71. Artinya genap  54 tahun rakyat Papua  bergabung dengan Negara ini(dihitung dari 19-12 1961). Rasanya  jumlah masa dengan sekian puluh tahun itu bukan waktu yang  sedikit. Dalam melewati setiap masa itu banyak gejolak yang terjadi antara rakyak Papua dan negara berpaham demokrasi ini. Namun sampai dewasa ini pemerintah benar-benar belum sukses  meyakinkan masyarakat di pulau Jawa  bahwa Papua merupakan pulau di paling  timur Indonesia  dan benar-benar bagian yang tidak terpisakan dari Negara ini. 

Mengapa? Yakin atau tidak, ada beberapa hal aneh yang hanya bias dirasakan oleh orang Papua yang pernah menginjakkan kaki di Pulau Jawa. Yah. Banyat masyrakat Jawa yang bahkan tidak mengetahui Papua itu letaknya di sebelah mananya Indonesia. 


Berangkat dari penjelasan dingkat di atas. Berikut ini dihaimoma.com sajikan 12 fakta unik  yang  mencerminkan kegagalan pemerintah Indonesia meyakinkan  dan  mengajar masyarakatnya untuk  mamahami dan mengenal daerah Papua. Hal ini bisa di lihat dari pertanyaan –pertanyaan  yang sering dilontarkan oleh mereka yang berdomisili di pulau beribukotakan  negara ini. 

1.   Di Papua pake mata uang apa ?
2.   Di Papua Masyarakatnya masih telanjang ya?
3.    Papua itu, masih Indonesia kan?
4.   Di Papua makan nasi kayak di sini ya?
5.  Papua itu di NTT ya?
6.  Papua sama Ambon jauhan mana ya?
7.  Di Papua  pake bahasa Indonesia nggak?
8.  Loe dari Papua, dari  NTT,atau dari Ambon (Setiap ketemu orang Papua)
9.  Papua itu seks bebas ya?
10.  Papua itu suka perang ya?
11.  Loe dari Papua atau dari Irian?
12.  Ke Papua bisa jalan Kaki nggk?

Hampir setiap orang Papua yang pernah  menginjakan kaki di pulau Jawa mereka pasti perna   mendengar pertanyaan –pertanyaan di atas ini. Bagi mereka (orang Papua) yang akan  berkunjung di pulau dengan penduduk terpadat ini,  bersiap-siaplah  untuk mendengar satu dari kalimat-kalimat di atas ini  terucap   dari mulut mereka.

Pertanyaan- pertanyaan di atas ini  akan menjadi lebih aneh ketika yang bertanya bukan lagi masyarakat pinggiran  yang tidak mengenyang pendidikan tinggi ,tetapi dari  para Akademisi dan  mereka yang di pandang berpendidikan tinggi. 

Di Pulau Jawa bisa di bilang segalah macam akses sangat mudah asal ada mege alias duit. Warnet satu jam Rp 1000 perak. Coba bayangkan,jika mereka yang di pulau Jawa hidup di Kabupaten Paniai yang harga ngenet  sejam saja Rp.25.000 atau di Nabire yang sejamnya 5000 namun  waktu browsing  facebook saja di ditunggu sampai 10 menit loadingnya. Seberapa besar mereka ketinggalan Informasi? Jawabannya dari pertanyaan ini, anda jawab sendiri.
 Jangan jauh-jauh. Dihaimoma sendiri  masih ingat tentang kerajaan-kerajaan di Indonesia dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak SD kelas V. Beberapa hal yang masih melekatdi benak saya tentang itu tentang , BPUPKI, PPKI, Tokoh Tiga Serangkai, PKI,  peristiwa Bandung lautan api dan lain-lain

Yah. Hal  agak  ling-ling untuk di simak, karena di Papua hampir setiap sekolah  di ajarkan  pendidikan sejarah dan geografi  yang bisa di katakan  mendetail. Siswa-siswi dari Papua di tingkat sekolah menengah sudah memahami  letak  geografis  dan sejarah peradaban  bangsa Indonesia  dari masa kerajaan sampai dengan penjajahan Belanda dan Jepang.  Batas –batas wilah administrasi setiap provinsi di pulau Jawa ini, mespkipun mereka belum menginjakkan kaki di pulau Jawa. 
Jangan-jangan mereka sengaja membuat kita lupa dengan sejarah kita sendiri? Kata orang pintar, untuk menduduki dan menjajah suatu wilayah  metode yang paling efektif itu “memusnahkan sejarah bangsanya terjajah, matikan budayanya, bunuh mereka secara psikologis (bodok, terbelakang, tertinggal, hitam, keturunan monyet dll) dan  terapkan budaya dan sejarah bangsa penjajah kepada bangsa terjajah”.
Hal ini tentu di pengaruhi oleh banyak factor, tiga diantaranya karena ketidaktahuan mereka tentang Papua, keterbatasan informasi ( Jakarta membungkam Papua), dan  gagalnya pendidikan di pulau Jawa khsusnya  di bidang  sejarah dan  letak geografis bangsa ini. 

Setelah membaca artikel ini. Apakah Anda adalah  pelaku  yang perna bertanya demikian kepada  orang Papua?Ataukah Anda perna menjadi korban dari pertanyaan-pertanyaan  seperti di atas ini ? Mari kita diskusikan penyebabnya.


Advertisement

1 komentar:

avatar

jiahahaha point 11 deja vu tingkat 1000. paling sering di tanya seperti itu ahahahaha.....

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search