PERJUANGAN PAPUA MERDEKA DENGAN WADAH ORGANISASI PAPUA MERDEKA (OPM) - Dihaimoma Menulis

PERJUANGAN PAPUA MERDEKA DENGAN WADAH ORGANISASI PAPUA MERDEKA (OPM)

- 02:40:00



Mengapa dan bagaimana Papua   berjuang?

“ Jawabannya sederhana! Karena kebenaran sejarah yang telah di manipulasi oleh Negara  penjajah (Indonesia dan Amerika)  untuk kepentinggan Negaranya dan juga  sudah pasti  yang terjajah akan melawan penjajah. Karena menjajah secara awam  berarti menduduki dan menguasai  segalah  hak-hal vital kaum terjajah. Namun dimanapun dan kapan pun penjajahan itu terjadi  selalu berakhir dengan kata ”Jajahan 

Perjuangan untuk merebut kembali kemerdekaan  Papua dari tangan Indonesia berlangsung begitu lama. Awal mula Perjuangan ini berlangsung   setela Sembilan belas (19)  hari Papua Barat Merdeka .Hal ini di karenakan Negara Papua Barat  yang di deklarasikan  pada  tanggal 1 Desember 1961 di bubarkan oleh Indonesia melalui TRIKORA pada tanggal  19 Desember 1961.

Pada tahun itu merupakan awal persengketahan  tanah Papua  antara Indonesia dan Belanda. Masing-masing dari mereka menggerakan kekuatan militernya dan  Selanjutnya untuk mengakhir persengketaan tersebut  Belanda menyetujui penyerahan  administrasi kenegaraan Papua  Barat ke tanggan Indonesia  melalui  perjanjian Internasional yang disebut dengan Perjanjian  New York (New York agreement ). Semua itu  di setujui Belanda atas tekanan Amerika Serikat yang mempunyai kepentingan jangkah panjang di  tanah Papua,maka dari tangan UNTEA pada tanggal 1 Mei 1963 semua administrasi kenegaraan Papua Barat  di serahkan ke tangan Indonesia. Dengan demikian Indonesia mencapai puncak invasi  finisnya  pada  tahun 1969 melalui hasil  Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) yang penuh manipulasi penipuan dan  tekanan militer.

 Di  Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI)  yang telah mengantongi berbagai julukan ini. Kita tahu bahwa ada beberapa  masalah besar yang sulit diselesaikan dan terus berlanjut dari tahu ke tahun  khususnya  masalah Ideologi. Meningkatnya keingingan pulau –pulau besar di Indonesia untuk  berpisa dengan  Negara ini,misalnya seperti Gerakan Aceh Merdeka(GAM),Organisasi Papua Merdeka (OPM),Republik Maluku Selatan(RMS),Timur Leste  (Sudah merdeka) dan masih banyak lagi gerakan-gerakan  yang bergerak  di bawah tanah untuk melepaskan  diri dari Negara ini.

Bertolak dari penjelasan di atas beberapa tahun terakhir daerah Papua  menunjukan perkembangan yang sangat besar dalam  kemajuan perjuangan  untuk memisakan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini disebabkan karena adanya hak orang Papua yang di rampas oleh Indonesia  dengan penuh diskriminatif  melalui kekuatan militer. 

Tindakan itu membuat orang Papua memandang  Indonesia sebagai  negara penjajah  dan karena penjajahan itu pulah yang membuat  orang Papua sejak dahulu  memperjuangakan  kemerdekaaan  penuh diatas tanah leluhurnya. Pengakuan terhadap orang Papua sebagai bangsa yang merdeka seperti bangsa-bangsa lain di muka bumi ini masih  menjadi nilai tukar paling berharga terhadap orang Papua meskipun semua isi bumi Papua dari SDA sampai dengan manusianya di kuras habis-habisan.Semua itu rasanya belum cukup bagi Indonesia untuk memberikan pengakuan kepada orang papua  bahwa Papua sebagai Negara yang berdaulat. Bukan hanya itu  pendekatan damai  seperti  dialog damai yang  di ajukan oleh Jaringan Papua Damai (JPD) untuk mencari solusi menuju penyelesaian masalah secara damai dan bermartabat  pun hanya di pandangn  sebelah mata dari  Indonesia  yang katanya berpaham demokrasi pancasila.

 Pemerintah Indonesia  melakukan pelanggaran  Hak  Asasi Manusia (Ham) besar- besaran sejak awal  menganekasi Papua yang mana masih berlanjut sampai saat ini. Pembungkaman kebebasan berekspresi,meralang dan membatasi   wartawan  local, nasional, dan internasional untuk meliput setiap berita yang berhungan dengan politik misalnya seperti Dua Wartawan Francis yang di tahan pemerintah Indoenesia  di Jayapura pada tahun 2014 lalu. Tidak ada sedikit pun celah untuk orang Papua mengekspresikan diri mereka sebagai sebuah bangsa yang setara dengan bangsa-bangsa lain di bumi ini. Semua itu membuat orang Papua menjadi tamu yang tidak terhormat  di atas tanah airnya sendiri.

 Perkembangan dalam kemajuan Perjungan Papua selalu dihadapkan dengan berbagai persoalan.Baik persoalan yang kecil mau  pun yang besar. Sehingga korban nyawa samapai dengan  korban harta benda menjadi harga yang harus dibayar. Pengorban  yang menyita segalanya seakan menjadi nafas hidup yang tidak terpisakan dari mereka yang berjuang untuk menggapai kemerdekaan itu bahkan tidak jarang masyarakat dan anak sekolah menjadi tempat pelampiasan emosi oleh militer Negara berpaham demokrasi ini. Namun semua pengorbankan itu wajar bagi meka yang benar-benar berjuang untuk  Papua merdeka.Jika bagi mereka pengorbanan itu  wajar,Apakah  membunuh mereka yang berjuang untuk merdeka akan tetap menjadi  hal yang wajar?

Perjuangan Papua dalam menggapai kemerdekaan  dan pengalihan isu perjuangan Papua merdeka dari Indonesia?

Dalam mendapatkan kemerdekaan yang utuh memang tidak mudah dan membutuhkan  berbagai  taktik.Dari  grilya sampai dengan diplomasi dari menulis sampai dengan turun jalan memanfaatkan ruang demokrasi kebebasan berekspresi. Semua itu digunakan dalam perjuangan Papua.Meskipun pada kenyataannya selalu dan selalu dijerat dengan berbagai  aturan yang bukan didasarkan atas penegakan hukum melainkan kekuasaan  untuk menegkan hukum.Sehingga  tidak jarang kita mendengar ungkapan “Hukum berlaku bagi mereka yang lemah dan tidak berdaya”.

Selama ini para pejuang Papua telah  dan akan mengantongi berbagai nama.Dari makar, separatis,Kelompok Sipil Bersenjata (KBS),Organisasi Papua Merdeka (OPM)  kelompok kriminal  dan masih banyak lagi yang sering digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk menyapa para pejuang kemerdekaan Papua.

  Pada dasarnya kejadian  seperti  ini bukan hal baru  yang  terjadi  di muka bumi ini.Hal serupa juga pernah terjadi di zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia. Belanda   perna menyebut  para pejuang Indonesia dan   melabeli berbagai oraganisasi kemerdekaan Indonesia yang mereka (para pejuang Indonesia ) gunakan sebagai  sarana pemersatu  masyarakat  dengan berbagai label yang sama dengan apa yang diberlakukan  Indonesia kepada  Bangsa Papua saat ini. Di Bolivia Che memimpin grilya  dengan berbagai teknik serta taktik yang Ia miliki  untuk revolusi Bolivia dari cengkeraman Negara Imperialis Amerika Serikat. Negara itu (Bolivia) sebagai bonekanya Amerika Serikat tidak menghiraukan angka kemiskinan dan pengangguran  yang melonjak sangat siknifikan dari tahun- ketahun. Sedangkan Amerika terus - menerus  mengeksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) di negeri itu khususnya dan umumnya di Negara-negara Amerika Latin.  Dalam perjungan kelompok grilya yang di pimpinoleh  Che ini juga pernah mengalami hal  yang sama.Dimana mereka  di cap sebagai kelompok Kriminal bersenjata oleh pemerintah Bolivia  yang juga menjadi kaki tangan negeri  pamansam.

 Media  dan jaringan informasi yang dimiliki  Nengara imperialis itu mengupas segalah keburukan Che (Nama panggilan guevara) dan menyudutka kelompok ini. Publikasi tentang sisi negatif  seorang Che dan anak buahnya  oleh  Semua awak  media masa baik di Bolivia maupun Amerika Serikat  yang terus menerus meracuni  mindset publik agar informasi itu  memasyarakat dan masyarakat memahami betapa berbahayanya kelompok Che bagi masyarakat setempat. Padahal  itu dilakukan untuk meredam pandangan publik  melalui kekuatan media agar  tindakan pembunuhan dan pembantaian yang di lakukan oleh Pemeritah Bolivia dan Amerika Serikat  terhadap para grilyawan  terlihat wajar-wajar saja  di mata public, karena negara  hanya membunuh kelompok yang mengganggu,keutuhan,ketenangan ,dan kedaulatan negara itu. Dan pada akhirnya Che pun kehilangan kepercayaan dari masyarakat lokal dan tidak bertahan  terlalu lama. Militer Bolivia yang di latih CIA berhasih melumpukan kelompok ini  yang di tandai dengan penahanan Che dan di tembak mati oleh  tentara Bolivia.

 Dari  sini dapat kita ketahui  bahwa  kejadian di atas sangatlah serupah dengan kejadian di tanah Papua saat ini. Dimana  semua awak mendia menyudutkan pulau emas itu (Papua) beserta manusianya ke tingkat yang sangat-sangat tidak berharga. Hal in terlihat ketika terjadi konflik di Papua khususnya kontak senjata dengan TPN/OPM. Media  selalu menyebut mereka dengan kelompok separatis  Papua merdeka dan  sebagainya. Peristiwa –peristiwa itu pun disiarkan secara publik  jika  dalam  kontak  tersebut terdapat korban dari pihak TNI/PORLI. Sedangkan jika korbannya  di pihak  orang Papua dan masyarakat sipil Papua (TPN/OPM) informasi tersebut di bungkam rapat –rapat dari pandangan publik.Baik secara nasional maupun Internasional.

Meskipun pembunuhan dan penembakan itu  di ketahui. Masyarakat informasional yang telah di ubah mindset berpikirnya dengan  informasi melalui awak  media akan beragapan itu hanyalah musu negara yang ingin memeca-belah Indonesia jadi wajar jika harus di tumpas. Semua itu akan terpikir oleh masyarakat  tanpa memperhatikan akar persoalan yang sebenarnya. Karena sebelumnya  mindset mereka teracuni oleh media –media yang kadang mengubah kebenaran  menjadi  kesalahan dan kesalahan menjadi kebenaran.Dengan menggunakan kekuasaan yang mereka miliki mereka berhak melakukan apapun untuk mempertahankan Papua meskipun itu harus dengan cara  membunuh sekalipun. 

 Indonesia sebagai Negara  dengan kepemilikan asset  Amerika Serikat terbesar selalu menganggap segalah keputusan dan tindakan  yang di tempuh adalah benar. Meskipun dampak negative yang di timbulkan oleh keputusan tersebut  berimbas pada masyarakatnya sendiri. Penyebab utama tindakan ini muncul karena ketergantungan Indonesia terhadap negara Imperealis itu  dan terlihat jelas bahwa dalam pengambilan kebijakan  Indonesia sangat-sangat tergantung pada negara Barat khususnya Amarika Serikat yang menjadi pemilik kekayaan alam di Papua.

Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa apapu yang terjadi di Papua dan apapun yang di perlakukan Indonesia terhadap perjuangan Papua merdeka khususnya TPN/OPM bukan hal baru tetapi sebelumnya telah terjadi di muka bumi ini dan  akan selalu terjadi pada bangsa-bangsa lain di muka bumi ini  yang ingin bebas, karena  tindakan itu merupakan satu jalan  dari  berbagai jalan  lainnya dan itu pulah yang di lakukan oleh pemerintah Indonesia  untuk  mengalikan perhatian public dan membungkam semua perjuangan  kemerdekaan Papua.

Mengapa Organisasi Papua Perdeka (OPM) berdiri  dan menjadi sebuah wadah? 

   Jawaban untuk pertanyaan diatas  sebenarnya telah di tulis oleh para saksi sejarah baik dari pihak Indonesia maupu Papua. Seperti yang sejarah telah  bersaksi organisasi Papua merdeka pertama kali terbentuk di Manakwari.Dengan Tujuan utamanya adalah Ideologi nasionalisme Papua Merdeka dan merebut kemerdekaan Papua dari tangan Indonesia.

 Apakah Memang benar adanya OPM di dirikan oleh pejuang Papua untuk merebut kembali kemerdekaan Papua yang di rampasa oleh indonesia.Mengapa demikian mari kita simak dengan saksama pembahasan dibawa ini. 

 Selama 54-an tahun terakhir   ketika Indonesia  di tanya tentang OPM,sebagai negara   penjajah akan mengatakan organisasi tersebut sebagai oraganisasi perlawanan terhadap negara,sehingga harus di tumpas sampai ke  ke akar-akarnya. Sebaliknya jika ditanya kepada  orang Papua  mereka berpandangan bahwa organisasi Papua merdeka adalah organisasi yang di bentuk oleh pendahulu orang Papua utuk mengakhiri penjajahan dan merebut kembali kemerdekaan yang di injak oleh Negara penjajah Indonesia.
 Dengan demikian secara sederhana orang Papua akan berpandangan OPM di didirkan orang Papua untuk melawan Indonesia. Dan Indonesia akan berpandangan OPM adalah organisasi Separatis yang di bentuk orang Papua untuk melawan  keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia.

   Dari penjelasan di atas kita kembali ke masalah pembentukan mindset publik dengan pengalihan isu melalui  awak media massa seperti yang telah di bahas pada bagian sebelumnya. Dalam konteks tujuan  pembentukan Organisasi Papua Merdeka (OPM)  jika kita sebagai orang Papua harus menjawab atau pun juga dalam  memandang  OPM sebagai “Oraganisasi yang  di bentuk  pendalu orang Papua untuk melawan Kolonialisme Indonesia,maka secara tidak langsung kita sebagi orang Papua manyetujui pernyataan Indonesia bahwa OPM adalah oraganisasi separatis yang didirikan orang Papua  untuk melawan Pemerintah Indonesia!" 

 Tanpa kita (Orang Papua) sadari bahwa mindset kita maupun mindset orang non Papua  telah  diracuni oleh penguasa dengan gagasan-gagasannya melalui awak media dengan pengalihan isu  dan pembukamannya. Dampak dari itu masyarakat non Papua selalu beranggapan bahwa benar OPM yang di bentuk orang Papua adalah orgarganisasi makar dan separatis yang melawan negara dan ingin mendirikan Negara sendiri. Mereka tidak akan mempertanyakan tentang mengapa OPM harus didirikan? Mengapa OPM menjadi musuh Negara? Dan mengapa OPM selalu kontra dengan semua kebijakan Indonesia dalam bentuk apapun dan Apa akar persoalan masalah yang paling fundamental di Papua?

 Pada konteks seperti ini kita (Orang Papua) harus  berani keluar dari mindset kita  yang di racuni olah Negara penjajah. Sehingga ketika kita harus menjelaskan tentang “Mengapa OPM didirikan? Kita tidak terpaku dengan minset "OPM sebagai Organisasi Perlawanan orang Papua terhadap penjajah,tetapi OPM adalah Organisasi yang didirikan oleh Penjajah untuk  melegalkan pemusnahan orang Papua".

Mengapa demikian ?Mari kita lihat penjelasanya.

Sejarah mencacat bahwa  Papua di invasi  untuk  di aneksasi oleh Indonesia. Bukan Papua  yang memilih bergabung dengan Indonesai contoh sederhana yang membuktikan  itu adalah sejak Indonesia berada di Papua organisa perlawanan untuk negara penjajah (Indonesia)  yakni  Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah berdiri di Papua. Selain itu  Pepera  yang di laksanakan di Papua masih menjadi konsprirasi terbesar yang melahirkan kontroversi

Dengan demikian  Negara Penjajah tahu bahwa suatu daerah yang di jajah atau yang juga di invasi dengan paksa akan tumbuh perlawanan terhadap negara itu. Sehingga untuk meredam semua pergerakan itu segalah cara akan ditempuh negera penjajah baik yang secara halus maupun yang kasar.Hal  utama yang  memicu berdirinya OPM adalah  karena adanya Penjajahan dan pihak yang memicu terbentuknya  OPM adalah negara penjajah,kareana OPM bukan hanya  organisasi Perlawanan Orang Papua  terhadap Indonesia,tetap juga  OPM  merupakan bagian dari  penjajahan  Indonesia untuk orang Papua. Secara sederhana Indonesia adalah pelaku (subjek)Pendiri Organisasi Papua Mendeka (OPM). Para pejuang  Papua yang mendirikan organisasi ini (OPM) menjadi okbjek tidak terkecuali masyarakatnya. 

Dengan demikian Mengapa OPM bagian dari oranganisasi Penjajahan yang di bentuk Indonesia. Karena apapun yang di lakukan oleh OPM untuk melepaskan diri dari NKR akan di tumpas Oleh Indonesai. Sebagai Negara penjajah  Indonesia tahu bahwa  semua orang Papua yang pro kemerdekana  Papua akan berkumpul dalam wadah itu  dengan berkumpulnya mereka itu   Indonesia akan memiliki kelegalan hukum  untuk  membunuh habiskan orang Papua (Genosida)  yang tergabung dengan nama OPM. Karena  sebelumnya  dengan segalah kekuasaan Mendia Masa yang di miliki penjajah ( Indonesia) telah mengubah pandangan publik bahwa OPM adalah organisasi perlawanan terhadap negara,makan apapun yang di lalukan negara terhadap OPM akan terpandang wajar-wajar saja oleh masyarakat luas. Kecuali satu atau dua dari mereka yang paham tentang semua yang terjadi di Papua sejak di anekasi sampai dengan saat ini.

Satu kenyataan yang  juga dapat mendukung kalau  OPM  di bentuk oleh negara penjajah adalah negara penjajah membiarkan para pejuang kemerdekaan (OPM) di bantai habis-habisan.Kalau  memang benar  OPM adalah organisasi perlawanan terhadap pemerintah Indonesia   mengapa Indonesia sebagai negara demokrasi yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusian dan berdasar hukum yang mengakui “kemerdekaan ialah hak segara bangsatidak mengajak dan mengundang semua komponen organisasi  di Papua yang kontra dengan Indonesia untuk menyelesaikan persoalan yang berkepanjangan itu secara demokratis,  jujur, adil,dan bermartabat.

Disini sangat- sangat terlihat jelas karena Indonesia berhak dan memiki kelegalan hukum untuk  membunuh,menangkap, dan memenjarakan mereka yang tergabung dalam anggota OPM  maka tercipta  adanya pengabaian dan pembiaran oleh penjajah (Indonesia ). Dalam konteks ini persoalan yang terjadi antara OPM dengan Pemerintah Indonesia dapat digambarkan dengan dialek Papua “Ko berjuang Papua merdeka berarti ko sudah melanggar hukum dan ko siap,di tangkap ,diproses sesuai hukum yang berlaku ,disebut makar dan yang paling tidak berkemanusiaan  ko siap  di bunuh karena ko adalah musuh negara”Ini berarti bahwa genosida jangka panjang sedang terjadi di Papua melalui wadah  OPM yang mana pemerintah Indonesia  mempunyai kelegalah hukum untuk membunuh orang Papua.

 Saran dalam memandang Oranisasi Papua Merdeka Bagi Anak muda Papua

 Generasi mudah Papua harus  dapat  memahami OPM  dengan baik dan benar  untuk menggapai  kemerdekaan  Papua dan tidak selalu  terpaku pada mindset yang di ciptakan penjajah (Indonesia). Genarasi mudah Papua juga  harus  melihat Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari dua sudut pandang. Baik dari sudut pandang Penjajah maupun terjajah. Hanya dengan begitu  kita sebagai generasi mudah Papua yang berjuang untuk merebut kembali Papua dari tangan Indonesia akan mengetahui strategi negara penjajah.

Selain itu  penjelasan ini bertujuan agar kita sebagai generasi mudah Papua yang berjuang untuk merebut kembali  kemerdekaan Papua Barat yang seutuhnya  dan bergabung dalam Oraganisasi Papua Merdeka (OPM) menyadari benar bahwa OPM bukan semata-mata sebagai wadah untuk berjuang dan melawan Penjajah (Indonesia ),tetapi juga wadah yang di bentuk  negara penjajah (indonesia) dengan tujuan mendapatkan kelegalan  hukum untuk membunuh Orang Papua. Selain itu  ketika kita  berdiri untuk melawan  kita tetap  menjadi diri kita sendiri  sebagai orang muda Papua yang paham tentang niat busuk penjajah bukan hanya dari satu sudut pandang melainkan dari multi sudut pandang.




                                                               -  Tekhom- 
loading...
 

Start typing and press Enter to search