114 Kutipan Berharga dari Para Bapak Gereja Katolik ( Santo dan Santa) - Dihaimoma Menulis
0

114 Kutipan Berharga dari Para Bapak Gereja Katolik ( Santo dan Santa)

- 02:34:00
Kutipan kata -kata dari bapak gereja katolik

  • Mother Teresa

Manusia seringkali tidak masuk akal, tidak logis, dan berpusat pada diri sendiri.

* Bagaimanapun, ampunilah mereka!

 Jika engkau berbuat baik, orang-orang mungkin akan menuduhmu mau menang sendiri, punya motif tersembunyi.

* Bagaimanapun, tetaplah berbuat baik!

Jika engkau berhasil, engkau akan memperoleh teman-teman palsu dan musuh-musuh sejati.

* Bagaimanapun, tetaplah menjadi berhasil!

Jika engkau jujur dan apa adanya, orang-orang mungkin akan mencurangimu.

* Bagaimanapun jadilah jujur dan apa adanya!

Apa yang engkau bangun bertahun-tahun dapat hancur oleh seseorang dalam semalam.
* Bagaimanapun, membangunlah!

 Jika engkau menemukan keheningan dan sukacita, mungkin orang-orang akan iri padamu
* Bagaimanapun, tetaplah bersukacita!

Kebaikan yang engkau lakukan, seringkali akan dilupakan orang esok hari.
* Bagimanapun, berbuatlah kebaikan!

Berikan pada dunia yang terbaik yang engkau miliki dan mungkin tidak pernah akan cukup.
* Bagaimanapun, berilah dunia yang terbaik!

Lihatlah, pada perhitungan akhir, hanya ada engkau dan Tuhan.
* Bagaimanapun, tidak pernah antara engkau dan mereka. 
  •   St. Agustinus dari Hippo
“Roti yang ada di altar yang dikonsekrasikan oleh Sabda Tuhan, adalah Tubuh Kristus. Dan cawan itu, atau tepatnya isi dari cawan itu, yang dikonsekrasikan dengan Sabda Tuhan, adalah Darah Kristus….Roti itu satu; kita walaupun banyak, tetapi satu Tubuh. Maka dari itu, engkau diajarkan untuk menghargai kesatuan. Bukankah roti dibuat tidak dari satu butir gandum, melainkan banyak butir? Namun demikian, sebelum menjadi roti butir-butir ini saling terpisah, tetapi setelah kemudian menjadi satu dalam air setelah digiling…[dan menjadi roti].”
  • St. Agustinus dari Hippo
“Tuhan kita memiliki kekuatan untuk meletakkan kehidupan-Nya dan mengangkat-Nya kembali. Tapi kita tidak bisa memilih berapa lama kita akan hidup, dan kematian datang pada kita bahkan ketika hal tersebut bertentangan dengan kehendak kita. Kristus, dengan wafat-Nya, telah mengatasi kematian. Kebebasan kita dari kematian berasal dari kematian Kristus. Untuk menyelamatkan kita Kristus tidak memerlukan kita. Namun tanpa Kristus, kita tidak bisa melakukan apapun. Ia memberikan diri-Nya bagi kita seperti pokok anggur dan rantingnya; kita tidak bisa hidup bila terpisah dari Kristus”
  •   Fulton J. Sheen
“Biarlah mereka yang berpikir bahwa Gereja memberikan perhatian yang terlalu besar kepada Maria, memperhatikan bahwa Tuhan kita memberikan sepuluh kali dari kehidupan-Nya kepada Maria seperti Ia memberikannya kepada Para Rasul”
  •   St. Teresa Avilla
“Betapa sering saya gagal dalam menjalankan kewajiban kepada Allah, hal ini terjadi karena saya tidak bersandar pada pilar doa yang kokoh”
  • Fulton J. Sheen
“Ia yang tidak berdosa diantara kamu, biarlah dia yang pertama melemparkan batu. Implikasinya jelas : Hanya yang tak berdosa yang memiliki hak untuk menghukum. Tapi Ia yang tak berdosa akan selalu memikul kesalahan orang lain, menebus kekurangannya seolah-oleh hal tersebut adalah miliknya. Cinta mengenali dosa, tetapi cinta juga mati demi dosa”
  • Fulton J. Sheen
“Pada akhirnya hanya ada dua kemungkinan penyesuaian kehidupan : Pertama adalah menyesuaikan hidup kita kepada prinsip-prinsip; lainnya adalah menyesuaikan prinsip-prinsip kepada hidup kita. Bila kita tidak hidup seperti apa yang kita pikirkan, kita segera berpikir seperti apa yang kita hidupi.”
  • St. Athanasius of Alexandria
“Perawan yang mulia, engkau sungguh lebih besar daripada kebesaran apapun…Jika aku berkata bahwa malaikat dan malaikat agung adalah besar – tapi engkau lebih besar dari mereka, karena mereka melayani Ia yang berdiam di rahimmu dengan gemetar, dan mereka tidak berani berbicara dalam kehadiran-Nya, sementara engkau berbicara dengan bebas kepada-Nya.”
  •   Beata Bunda Teresa
“Maria, berikan kepadaku hatimu: yang begitu indah, begitu murni, tak bernoda; hatimu begitu penuh dengan cinta dan kerendahan hati bahwa saya dapat menerima Yesus didalam Roti Kehidupan dan mencintai-Nya seperti dirimu mencintai-Nya dan melayani-Nya didalam samaran orang-orang miskin yang menyusahkan”
  • St. John Vianney
“Jika anda memanggil Perawan Yang Terberkati ketika anda digoda, ia akan datang seketika untuk membantumu, dan setan akan meninggalkanmu”
  •   St. Maximilian Kolbe
“Jangan pernah takut untuk mengasihi Perawan Yang terberkati secara berlebihan. Anda tidak pernah bisa mencintainya lebih dari yang Yesus lakukan”
  •   FRANCIS KARDINAL ARINZE
"Orang-orang sering datang ke Misa karena mereka memiliki kebutuhan untuk hadir di hadapan Allah. Ini tidak salah. Tapi prioritasnya adalah pada adorasi, pujian, syukur, dan perdamaian, bukan pada diri kita dan apa yang kita butuhkan. Lebih keliru lagi bila orang-orang datang ke Misa untuk menikmati musik, untuk mengagumi pengkhotbah, untuk memamerkan talentanya, atau untuk ikut serta dalam kekaguman dan pengakuan timbal balik antara imam dan umat. Bila kita mengizinkan Ekaristi Kudus untuk mengerahkan kekuatan agungnya dalam panggilan dan misi Kristiani kita, kita harus belajar untuk melihatnya pertama dan terutama sebagai tindakan penyembahan yang diarahkan kepada Allah."
  • G.K. CHESTERTON
"Kita tidak membutuhkan agama untuk memberitahu hal yang benar ketika kita melakukan hal yang benar. Apa yang kita butuhkan adalah agama yang memberitahu kita apa yang benar ketika kita melakukan kesalahan."
  • VENERABILIS FULTON J. SHEEN
Tidak sampai 100 orang di dunia yang benar-benar membenci Gereja Katolik, namun ada jutaan orang yang membenci apa yang mereka salah mengerti sebagai Gereja Katolik."
  • St. Fransiskus de Sale
“Ketika lebah telah mengumpulkan embun surgawi dan madu dunia yang termanis dari bunga-bunga, mereka mengubahnya menjadi madu, lalu bergegas kembali ke sarangnya. Demikian pula, para imam, setelah mengambil Sang Putra Allah (embun surgawi sejati, sungguh putra Maria, bunga kemanusiaan) dari meja Altar, mereka memberikan-Nya kepada kalian sebagai makanan yang paling lezat.”
  • St. Yohanes Maria Vianney
“Doa pribadi bagaikan jerami yang tercecer di sana sini; jika kamu membakarnya, akan menghasilkan tebaran api kecil-kecil. Tetapi, kumpulkanlah jerami-jerami itu menjadi satu berkas dan bakarlah, maka kamu akan mendapatkan suatu nyala api yang besar, berkobar bagaikan pancang ke angkasa; seperti itulah doa bersama.”
  • St. Josemaria
“Jadi kekuatanmu sedang meninggalkanmu? Mengapa engkau tidak memberitahu Bundamu tentang hal itu? . . . Bunda! Panggillah dia dengan suara nyaring. Dia sedang mendengarkanmu; dia melihat kalau-kalau kamu dalam bahaya dan dia – Bundamu Tersuci, Maria – menawarkan engkau, sejauh dengan Rahmat Puteranya, perlindungan tangannya, kelembutan dekapannya. . . dan engkau akan menemukan dirimu sendiri dengan kekuatan tambahan untuk pertempuran baru.”
  • (Paus Benediktus XVI, Homili pada Misa World Youth Day di Madrid)
“Mengikuti Yesus dalam iman berarti berjalan di sisi-Nya di dalam persekutuan dengan Gereja. Kita tidak bisa mengikuti Yesus menurut cara kita sendiri. Siapapun yang tergoda untuk melakukannya “dengan caranya sendiri” atau untuk mendekati kehidupan iman dengan semacam individualisme yang umum pada masa kini, tidak pernah akan menemui Yesus, atau akan berakhir dengan mengikuti Yesus yang palsu.”

  • (St. Yohanes Paulus II, Paus; Ecclesia de Eucharistia, 19)
Di dalam perayaan Ekaristi, “…kita disatukan dengan ‘liturgi’ surgawi dan menjadi bagian dari para kudus yang jumlahnya berlaksa-laksa yang menyerukan, “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” (Why 7:10). Ekaristi adalah sungguh sekilas surga yang nampak di dunia.”
  • St. Petrus Yulianus Eymard
“Saya menyatakan, bahwa semakin kita mencintai Ekaristi, kita pun harus semakin mencintai Maria. Kita mencintai semua yang sahabat kita cintai; nah, apakah ada makhluk yang lebih dicintai oleh Tuhan, seorang ibu yang merawat Anaknya dengan penuh kasih, daripada Maria pada Yesus?
Ya, Tuhan akan sedih jika kita, para pelayan Ekaristi, tidak menghormati Maria dengan istimewa, karena ia adalah ibu-Nya! Dalam tata rencana inkarnasi-Nya, Tuhan mendapatkan segalanya dari Maria, seluruh kemanusiaan-Nya. Dengan Daging yang telah Maria berikan pada-Nya, Ia telah memuliakan Bapa-Nya, Ia telah menyelamatkan kita semua, dan Ia terus memberi makan dan menyelamatkan dunia melalui Sakramen Mahakudus.”
  • Paus St. Yohanes Paulus II
“Cintai Bunda kita. Dan ia akan memperoleh rahmat yang berlimpah-limpah untuk membantumu untuk mengalahkan pergumulanmu sehari-hari.”

St. Josemaria Escriva

“Doa Rosario memberikan rasa damai bagi mereka yang mendoakannya, membimbing mereka untuk memandang wajah Kristus dalam diri sesama, untuk peka terhadap kesedihan serta penderitaan sesama, serta membangkitkan kerinduan untuk menjadikan dunia lebih indah, lebih adil, lebih selaras dengan rencana Tuhan.”
  • Paus St. Yohanes Paulus II
“Dari Maria kita belajar untuk menyerahkan segala hal kepada kehendak Allah. Dari Maria kita belajar untuk percaya ketika semua harapan sirna. Dari Maria kita belajar untuk mempercayai Putra-Nya dan Kristus Putra Allah.”
  • St. Antonius dari Padua
“Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata. Biarkan kata-katamu mengajar dan tindakanmu berbicara. Kita seringkali penuh dengan kata-kata tetapi kosong dalam tindakan, dan oleh karena itu kita dihukum oleh Tuhan seperti Ia sendiri mengutuk pohon ara ketika Ia tidak menemukan buah melainkan daun saja.”
  • Mgr. H. J. S. Pandoyoputro, O. Carm (Uskup Diosesan Malang
“Kalau kita berpuasa atau berkorban hendaknya tidak dilepaskan dari keadilan. Menyakiti diri sendiri tidaklah akan lebih baik daripada mengingat orang lapar dan memberi makanan kepadanya. Demikian juga sebagai orang yang percaya kepada Allah, kita harus mampu membebaskan orang tertindas, memberi makan kepada orang yang lapar, memberi tumpangan bagi orang yang tidak mempunyai rumah, memberi pakaian bagi orang telanjang. Karena kurangnya keadilan sosial terjadilah kekurang makmuran dan kelesuan dalam hidup. Dalam kehidupan ini perlu kita mempunyai pengalaman iman sebagai orang yang percaya kepada Allah. Kalau kita pernah mengalami belas kasih Allah dalam hidup kita, maka kitapun akan dimampukan untuk menaruh belas kasih kepada sesama manusia sebagai ciptaan-Nya.”
  • Beato Paus Paulus VI
Teladan kejujuranmu dalam pikiran dan perbuatan, yang disertai dengan doa bersama, adalah pelajaran kehidupan, dan sebuah tindakan penyembahan yang bernilai tunggal. Dengan cara ini engkau membawa damai ke rumahmu. Ingatlah bahwa dengan cara ini engkau membangun Gereja.”
  • St. Agustinus dari Hippo
“Iman adalah percaya pada apa yang tidak engkau lihat dan hadiah dari iman adalah melihat apa yang engkau percaya.”
  • Paus Beato Paulus VI
Maria adalah Bunda Gereja, bukan hanya karena dia Bunda Kristus dan pendamping paling dekat dalam karya penyelamatan, yaitu ketika Putera Allah mengambil kodrat manusia daripadanya sehingga dalam misteri kemanusiaan-Nya membebaskan manusia dari dosa, tetapi juga karena: “Maria menunjukkan diri kepada seluruh umat pilihan sebagai model atau teladan segala keutamaan-keutamaannya.
  • St. Ignasius dari Antiokia, Uskup Antiokia dan Murid St. Yohanes Rasul Penulis Injil, dalam Suratnya kepada Gereja di Roma

“Aku tidak mengambil kesenangan akan makanan yang dapat rusak atau kesenangan hidup. Aku ingin roti dari Allah yaitu Daging Kristus yang adalah keturunan Daud dan untuk minuman, aku ingin Darah-Nya yang adalah cinta yang tak dapat rusak.”
  • Beata Teresa dari Kalkuta 
“Ketika kamu melihat salib, kamu memahami betapa Yesus mencintaimu. Ketika kamu memandang Hosti Suci, kamu memahami betapa Yesus mencintaimu sekarang.”

  • Sr. Lucia, visioner Fatima 
“Ketika [sepasang] kekasih bersama-sama, mereka menghabiskan berjam-jam mengulangi hal yang sama: aku mencintaimu! Apa yang hilang pada orang-orang yang berpikir Rosario membosankan adalah cinta.”
  • Paus Leo XIII
“Rosario adalah bentuk doa yang paling bermutu dan sarana yang paling manjur untuk memperoleh kehidupan kekal.Ini adalah obat untuk semua kejahatan kita, akar dari semua berkat kita. Tidak ada sarana doa lain yang lebih bermutu.”
  • St. Gregorius dari Nyssa
“Ketika kita mengatakan kepada Tuhan: 'Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu', maka kita harus siap meninggalkan cara hidup yang bertentangan dengan kehendak Allah.”
  • St. Therese of Lisieux
“Anda tidak bisa menjadi Orang Kudus yang setengah-setengah; anda harus menjadi Orang Kudus yang penuh atau bukan Orang Kudus sama sekali”
  • Paus St. Klemens
“Lebih baik mengakui dosa-dosa kita daripada berkeras hati.”
  • Venerabilis Uskup Agung Fulton J. Sheen
“Siapa yang akan menyelamatkan Gereja kita? Bukan Uskup kita, bukan Imam kita, bukan Ordo Relijius kita. Adalah tergantung kita semua umat. Kamu harus mempunyai pikiran, mata, dan telinga untuk menyelamatkan Gereja. Tugas kamu adalah untuk melihat para Imam kamu berbuat apa yang sebagaimana mestinya Imam lakukan, Uskup kamu sebagaimana Uskup lakukan, Ordo relijius sebagaimana Ordo Relijius lakukan.”
  • St. Louis IX
“Bermurah-hatilah terhadap mereka yang miskin, kurang beruntung dan menderita. Berikan kepada mereka bantuan serta penghiburan sebanyak yang kamu mampu.”
  •  St. Agustinus Hippo
“Mukjizat tidak berlawanan dengan kodrat namun berlawanan dengan pengetahuan kita akan kodrat.”


  • St. Gennadius Konstantinopel (The Golden Chain, 87-89)
Jangan katakan: 'Aku telah berdosa besar, dan karenanya aku tidak cukup berani untuk rebah di hadapan Allah.' Jangan putus asa. Jangan tambahkan dosamu dalam keputusasaan dan, dengan pertolongan Yang Maha Penyayang, engkau tidak akan mendapat malu. Karena Ia berkata, 'barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.' (Yoh 6:37) Dan maka, beranilah dan percayalah bahwa Ia menyucikan dan membersihkan mereka yang mendekat kepada-Nya. Jika engkau ingin mencapai pertobatan sejati, tunjukkanlah dengan usahamu. Jika engkau jatuh ke dalam kesombongan, tunjukkan kerendahan hati; jika menjadi mabuk, tunjukkan ketenangan; jika menjadi najis, tunjukkan kemurnian hidup. Karena dikatakan, 'Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.' (1 Ptr 3:11)
  • St. Gennadius Konstantinopel (The Golden Chain, 87-89)
“Jangan katakan: 'Aku telah berdosa besar, dan karenanya aku tidak cukup berani untuk rebah di hadapan Allah.' Jangan putus asa. Jangan tambahkan dosamu dalam keputusasaan dan, dengan pertolongan Yang Maha Penyayang, engkau tidak akan mendapat malu. Karena Ia berkata, 'barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.' (Yoh 6:37) Dan maka, beranilah dan percayalah bahwa Ia menyucikan dan membersihkan mereka yang mendekat kepada-Nya. Jika engkau ingin mencapai pertobatan sejati, tunjukkanlah dengan usahamu. Jika engkau jatuh ke dalam kesombongan, tunjukkan kerendahan hati; jika menjadi mabuk, tunjukkan ketenangan; jika menjadi najis, tunjukkan kemurnian hidup. Karena dikatakan, 'Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.'” (1 Ptr 3:11)
  •  St. Josemaria Escriva
“Rasa terima kasihmu pada Kristus yang telah wafat bagimu harus diwujudkan dalam niat dan tindakan yang konkret.”
  • Paus Emeritus Benediktus XVI
“Jika engkau mengikuti kehendak Allah, engkau tahu bahwa biarpun ada serba macam hal mengerikan yang terjadi atas dirimu, namun engkau tidak akan pernah kehilangan tempat perlindungan terakhir. Engkau tahu bahwa pondasi dunia ini adalah kasih sehingga biarpun tidak seorang manusiapun yang dapat atau bersedia membantumu, engkau tetap dapat berjalan maju, seraya mempercayai Dia yang mengasihimu.”
  • St. Yohanes Krisostomus
“Doa adalah tempat pengungsian bagi setiap kekhawatiran, sebuah landasan bagi keceriaan, sebuah sumber kegembiraan yang tetap, sebuah perlindungan terhadap kesedihan.”
  • G. K. Chesterton
“Kita tidak membutuhkan agama untuk memberitahu hal yang benar ketika kita benar. Apa yang kita butuhkan adalah agama yang memberitahu kita apa yang benar ketika kita melakukan kesalahan.”
  • St. Thomas Aquinas
“Ekaristi adalah mahkota segala kehidupan rohani dan tujuan yang hendak dicapai semua sakramen.”
  • St. Siprianus Karthago
“Tuhan mengajar kita berdoa tidak hanya dengan perkataan, tetapi juga dengan perbuatan.”
  • St. Vincentius Ferrer
“Tuhan mengirimkan penderitaan dan kerapuhan jasmani kepada kita guna memberi kita sarana untuk membayar hutang-hutang kita yang luar biasa besar kepada-Nya. Oleh sebab itu, mereka yang berakal sehat menerimanya dengan sukacita, sebab mereka lebih memikirkan kebaikan yang dapat mereka peroleh darinya daripada memikirkan sengsara yang mereka alami karenanya. ”
  • St. Sirilus dari Alexandria
“Kita semua yang telah menerima Roh yang satu dan sama, yakni Roh Kudus, dihubungkan antara satu sama lain dan bersama dengan Kristus. Walaupun kita banyak pribadi, Kristus membiarkan Roh-Nya dan Roh Bapa-Nya tinggal di dalam setiap kita, namun Roh yang satu dan tidak terbagi ini, mengantar yang berbeda satu sama lain itu melalui diri-Nya menuju kesatuan... dan mengupayakan agar di dalam Dia semuanya menjadi satu dan sama. Dan seperti kekuasaan kodrat manusiawi Kristus yang kudus mengakibatkan bahwa semua, yang di dalamnya Ia ada, membentuk satu tubuh tunggal, demikian menurut pendapat saya, Roh Allah yang satu dan tidak terbagi, yang tinggal di dalam semua orang, mengantar semua orang menuju kesatuan rohani.”
  • St. Basilius Agung
“Roh Kudus hadir bagaikan matahari pada setiap pribadi, yang mampu menerima-Nya dan menyinarkan daya pengaruh-Nya untuk membantu sesama.”
  • St. Yohanes Klimakus
“Ketika jiwa kita meninggalkan dunia ini, kita tidak akan disalahkan karena tidak membuat mukjizat, karena tidak menjadi teolog, atau karena tidak medapatkan penglihatan ilahi. Tetapi kita akan dengan pasti memberikan penjelasan kepada Allah mengapa kita tidak bertobat dengan tidak terus-menerus.”
  • Paus St. Yohanes Paulus II
“Maria adalah jalan yang pasti untuk pertemuan kita dengan Kristus. Devosi kepada Sang Bunda Allah, bila itu sejati, selalu merupakan dorongan untuk hidup yang dipandu oleh semangat dan nilai-nilai Injil.”
  •  St. Josemaria Escriva
“Bolehkah saya memberikan beberapa saran bagimu untuk dipraktekkan sehari-hari? Ketika perasaanmu membuat engkau merasa ketagihan hal-hal yang kurang baik, katakanlah secara perlahan kepada Perawan Tak Bernoda: Lihatlah aku dengan belas kasih. Jangan tinggalkan aku. Jangan tinggalkan aku, Bundaku! — Dan rekomendasikanlah doa ini kepada orang lain.”
  • St. Epifanius
“Barangsiapa yang menghormati Tuhan, menghormati juga bejana kudus-Nya; mereka yang tidak menghormati bejana kudus itu, juga tidak menghormati Pemiliknya. Maria itulah adalah Perawan yang kudus, yaitu sang bejana kudus itu.”
  • St. Yohanes Krisostomus  
“Doa adalah tempat pengungsian bagi setiap kekhawatiran, sebuah landasan bagi keceriaan, sebuah sumber kegembiraan yang tetap, sebuah perlindungan terhadap kesedihan.”
  • Venerable Fulton John Sheen 
"Ada kurang dari 100 orang di dunia yang benar-benar membenci Gereja Katolik, namun ada jutaan orang yang membenci apa yang mereka mengerti secara salah sebagai Gereja Katolik.
  • G. K. Chesterton
"Kita tidak membutuhkan agama untuk memberitahu hal yang benar ketika kita benar. Apa yang kita butuhkan adalah agama yang memberitahu kita apa yang benar ketika kita melakukan kesalahan
  • Pope Emeritus Benedict XVI
Sekarang ini, memiliki iman yang jelas yang didasarkan pada kredo Gereja, sering dicap sebagai fundamentalisme. Sementara relativisme, yang membiarkan seseorang dilempar dan ‘dibawa oleh setiap angin pengajaran”, terlihat seperti satu-satunya sikap yang diterima oleh standar masa kini. Kita membangun kediktatoran relativisme yang tidak mengenal apapun sebagai hal yang definitif dan yang tujuan akhirnya hanya terdiri dari ego dan keinginan seseorang semata. Kita memiliki tujuan yang berbeda: Putra Allah, sungguh manusia. Ialah ukuran humanisme sejati. Iman “dewasa” bukanlah iman yang mengikuti trend yang berlaku dan hal-hal baru, iman dewasa berakar secara mendalam pada persahabatan dengan Kristus.
  • St Pius V
Kamu adl garam&terang dunia.Orang diteguhkan oleh teladanmu,kemurnian kasihmu,kelembutan sikapmu.Tuhan minta kesempurnaan darimu
  •  St Louis Grignion de Montfort
Tuhan datang pd kita melalui Bunda Maria. Mengikuti teladanNya, mari kita datang padaNya melalui jalan yg sama.
  • Paus Fransiskus
Seorang Kristen yg tidak menemukan sukacita & kemuliaaan dalam salib Kristus tidak tahu apa artinya menjadi seorang Kristen.
  • St Agustinus Hippo
Salib bkn hny tiang hukuman mati di mana Kristus menderita dlm kesabaran, tp jg sebuah mimbar tempat Ia mengajar umat manusia
  • St. Yohanes Klimakus
"Ketika kamu siap untuk berdiri di hadapan Tuhan, biarkanlah jiwamu mengenakan jubah tenunan dari kain saling mengampuni. Jika tidak, doamu tidak akan ada nilainya.”
  • St. Siprianus dari Karthago
"Didiklah anak-anakmu dengan pengajaran ini, 'hadiah-hadiah dari iblis itu sifatnya sementara, namun hadiah-hadiah dari hadirat Tuhan itu kekal untuk selamanya.”
  • St. Heronimus
"Hendaknya kita menerjemahkan nas-nas Kitab Suci ke dalam perbuatan; daripada bicara bertele-tele perihal yang kudus, lebih baik kita jabarkan dalam kehidupan sehari-hari.”
  • St. Yohanes Krisostomus
"Sebab cara mata manusia memandang, berbeda dengan Tuhan memandang, yakni: manusia memandang wajah, sedangkan Tuhan memandang ke dalam hati. Ia bersabda: 'Janganlah menjalankan pertobatan secara lahiriah saja, tetapi tunjukkanlah hasil pertobatan itu di depan mata-Ku, yang melihat apa yang tersembunyi.'”

  • St. Antonius Agung
"Yang sungguh terberkati bukanlah mereka yang dapat melakukan mukjizat atau melihat para malaikat, yang sungguh terberkati adalah mereka yang dapat melihat dosa-dosanya sendiri.”
  • St. Yohanes Krisostomus
“Penghormatan kepada orang kudus dinyatakan dengan cara meneladani hidupnya.”


  • St. Gregory, in Catena Aurea, John 10:11-13
“Yesus sendiri memberikan teladan tentang apa yang diperintahkan-Nya: Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya, agar Ia dapat mengubah tubuh dan darah-Nya dalam Sakramen, dan dengan demikian, Ia memberi makan domba-domba-Nya—yang telah ditebus-Nya—dengan daging-Nya sendiri.”
  • St. Markus Pertapa
“Jangan memikirkan sesuatu dan janganlah engkau berbuat sesuatu apapun itu jika tujuannya bukan untuk Allah. Sebab perjalanan yang tanpa tujuan adalah kesia-siaan belaka.”
  • St. Basilus Agung
“Jika engkau melihat sesamamu melakukan dosa, berhati-hatilah agar tidak hanya terpaku kepada kesalahannya, tetapi cobalah untuk berpikir tentang banyak hal baik yang telah dia lakukan dan sering dia kerjakan. Perbanyaklah waktu untuk memeriksa semua yang telah dilakukannya, yang pada akhirnya engkau akan sampai pada kesimpulan bahwa sesamamu itu benar-benar lebih baik daripada dirimu sendiri.”
  • St. Louis IX
“Bermurah-hatilah terhadap mereka yang miskin, kurang beruntung dan menderita. Berikan kepada mereka bantuan serta penghiburan sebanyak yang kamu mampu.”
  • St. Yohanes Klimakus
“Ketika kamu siap untuk berdiri di hadapan Tuhan, biarkanlah jiwamu mengenakan jubah tenunan dari kain saling mengampuni. Jika tidak, doamu tidak akan ada nilainya.”
  • St. Yohanes Krisostomus
“Alasan Tuhanku turun dari surga ke bumi adalah supaya diriku bisa naik dari bumi ke surga.”
  • St. Maximus, Pengaku Iman
"Ketika setan memaksa keluar penahanan diri dari akal-budimu dan mengepungmu dengan pikiran zinah, maka berpaling kepada Tuhan dengan air mata dan berkata: 'Mereka mengikuti langkah-langkahku, mereka sekarang mengerumuni aku, mata mereka diarahkan untuk menghempaskan aku ke bumi.' (Mazmur 17:11); 'Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.' (Mazmur 32:7). Kemudian dirimu akan aman.”
  • St. Heronimus
“Martabat jiwa seorang manusia begitu agung, yaitu masing-masing dari kita memiliki malaikat pelindung sejak kelahirannya.”
  • St. Germanus dari Konstantinopel
“Gereja adalah surga di bumi karena Allah yang bersemayam di atas semua surga, berdiam dan bergerak di dalamnya. Gereja melambangkan penyaliban, pemakaman dan kebangkitan Yesus. Lebih mulia daripada tenda Musa, Gereja diumpamakan oleh para Bapa-bapa Bangsa Israel, karena didirikan atas Kedua belas Rasul. Di dalamnya terdapat penebusan dan yang paling suci, karena dinubuatkan oleh para nabi, dihormati oleh para penguasa, disempurnakan oleh para martir dan didirikan atas relikwi-relikwi kudus mereka.”

  • St. Agustinus Hippo
"Allah tidak memerintahkan sesuatu yang mustahil, tetapi dengan perintah tersebut menasehati kamu untuk melakukan apa yang kamu mampu dan agar kamu berdoa untuk apa yang kamu tidak mampu, dan membantu kamu sehingga memungkinkan kamu untuk menjadi mampu.”
  • St. Yohanes Klimakus
“Dia yang mengatakan mengasihi Tuhan, namun masih menyimpan kemarahan kepada saudara-saudaranya, dia bagaikan berlari mengejar sesuatu namun hanya dalam mimpinya.”

  •  St. Agustinus dari Hippo
“Berdoalah seolah-olah semuanya bergantung pada Allah. Bekerjalah seolah-olah segalanya bergantung kepadamu.”
  • St. Bede, Super Iac.expositio, ad loc
“Percaya Tuhan adalah percaya bahwa yang dikatakan-Nya adalah benar. Percaya akan Tuhan, artinya percaya bahwa Ia adalah Tuhan. Percaya kepada Tuhan adalah mengasihi Dia. Banyak orang, bahkan orang jahat percaya bahwa Tuhan mengatakan kebenaran, dan mereka percaya akan yang dikatakan itu sebagai kebenaran meskipun mereka tidak menginginkannya atau terlalu malas untuk mengikutinya. Percaya bahwa Ia adalah Tuhan juga adalah sesuatu yang dapat dilakukan oleh setan-setan. Tetapi percaya kepada-Nya dan mengikuti Dia hanya benar terjadi pada mereka yang mengasihi Tuhan, yaitu umat Kristen, yang tidak hanya namanya saja tanpa perbuatan dan hidup yang membuktikan hal itu. Sebab tanpa kasih, iman itu sia-sia. Dengan kasih, iman menjadi iman Kristen; tanpa kasih, iman menjadi iman setan-setan.”
  • St. Fransiskus Asisi
“Bukan iblis yang menyalibkan Dia, tetapi kamu yang telah dan masih menyalibkan Dia, ketika kamu bersukacita dalam kejahatan dan dosa.”
  • St. Antonius dari Mesir
“Iblis takut ketika kita berdoa dan berkurban.
Ia juga takut bila kita rendah hati dan baik.
Ia terutama takut apabila kita sangat mengasihi Yesus.
Ia melarikan diri saat kita membuat Tanda Salib.”
  • Salvatore Canals, Jesus as Friends
Mengizinkan pencobaan, dan menggunakannya untuk memurnikan kamu, untuk menguduskanmu, membuatmu lebih terlepas dari hal-hal duniawi, mengarahkan kamu kepada-Nya dan mengambil jalan yang Ia kehendaki bagimu, agar kamu bisa hidup bahagia di tengah dunia yang mungkin tidak nyaman; untuk memberikan kedewasaan iman, pengertian dan dayaguna dalam karya kerasulanmu, dan …. di atas semua itu, untuk membuatmu menjadi rendah hati…”
  •  St. Yohanes Krisostomus
“Sebagai anak muda, kalian terlahir memiliki optimisme, gairah hidup, dan kehendak baik. Biarkan Tuhan mengubah optimisme menjadi harapan Kristiani, gairah hidupmu menjadi keutamaan moral, dan kehendak baikmu menjadi persembahan cinta yang murni. Kalian tidak hanya menentukan masa depan Gereja kelak, tetapi juga bagian yang paling dicintai Gereja saat ini. Selalu dekat dengan yang lain, dan bawalah mereka kepada Tuhan.”
  • Paus Fransiskus (Homili pada Misa Penutupan Sixth Asian Youth Day 2014)
“Kitab Suci tidak diberikan kepada kita agar kita menyertakannya dalam kumpulan buku-buku, tetapi hendaknya kita mengukirnya di dalam hati kita.”
  • St. Athanasius dari Alexandria
“Siapapun yang diselamatkan, dia harus berpegang teguh pada iman Katolik; siapa yang tidak memelihara iman keseluruhan secara utuh – tak pelak lagi – akan binasa selamanya.”
  •  St. Yohanes Krisostomus
“Hormat, sekarang, oh, hormatilah altar ini, yang atasnya kita semua mengambil bagian! Kristus yang dikurbankan bagi kita, kurban yang ditempatkan di altar itu.”
  • Edward Schillebeeckx
“Penghormatan kepada orang kudus, adalah satu dari buah kasih persaudaraan yang utama. Seperti kasih kita kepada Tuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kasih kita kepada sesama, sangat keliru bila menganggap penghormatan kepada orang kudus sebagai suatu ibadat Kristiani yang berlebihan. Penghormatan kepada orang kudus — dipandang sebagai suatu aspek dari penghormatan pada umumnya bukan praktik devosi luar bisa —, merupakan tugas dari setiap umat Kristen.”

Uskup Agung Fulton J. Sheen

“Terkadang, satu-satunya cara agar Tuhan yang baik dapat masuk ke dalam hati adalah dengan mematahkannya.”
  • St. Josemaria Escriva
“Mengasihi harus menjadi perbuatan yang sedemikian biasa bagi kita sebagaimana hidup dan bernafas, hari demi hari sampai ajal menjelang.”
-BeataTeresa dari Kalkutta-
“Pengudusan kerja sehari-hari adalah buah dari spiritualitas sejati bagi mereka yang, seperti kita, telah memutuskan untuk mendekat kepada Tuhan, namun pada saat yang sama juga terlibat penuh dalam urusan duniawi.”
  •  St. Teresa dari Ávila
“Kita harus menerima dengan sederhana apa pun yang diberikan Tuhan kepada kita. Dan apa yang tidak diberikan-Nya kepada kita, janganlah kita berlelah-lelah memikirkannya, melainkan bersukacita dalam merenungkan betapa besar Tuhan dan Allah kita. Karena sepatah firman-Nya saja sudah mengandung seribu misteri, dan karena itu pemahaman kita hanyalah amat sederhana.”
  • Chris Stefanick
“Jika tuhanmu membiarkanmu melakukan apa saja yang engkau kehendaki, maka tuhanmu itu adalah ENGKAU. Engkau adalah tuhan atas dirimu sendiri.”
  • St. Katarina Siena
“Tuhan tidak menginginkan yang lain selain membuat kita kudus. Apapun yang Dia berikan, tujuan-Nya adalah untuk menguduskan kita di dalam Dia.”
  • St. Hilarius
Kita ditinggikan karena Kristus direndahkan, kehinaan-Nya menjadi kemuliaan bagi kita.”

  • St. Yohanes Krisostomus
“Apakah kamu marah? Marahlah pada dosa-dosamu sendiri, selidikilah batinmu dan hakimilah perbuatan-perbuatan jahatmu sendiri. Ini adalah kegunaan yang sebenarnya dari kemarahan itu, inilah tujuan Allah menempatkannya di dalam diri kita.”
  • Paus Fransiskus 
“Orang Kristen adalah orang yang memiliki hati yang penuh kedamaian, karena ia tahu bagaimana menempatkan sukacita di dalam Tuhan, bahkan ketika saat-saat sulit dalam hidup muncul. Untuk memiliki iman bukan berarti tidak memiliki saat-saat yang sulit, tetapi memiliki kekuatan untuk menghadapinya, mengetahui kita tidak sendirian. Dan ini adalah kedamaian yang Allah karuniakan kepada anak-anak-Nya.”
  • St. Thomas Aquinas
"Mengasihi artinya menginginkan kebaikan bagi orang lain."
  • Rorate Caeli
“Bagaimana kita tahu apakah pastor berbobot untuk didengar dan diteladani? Caranya sederhana: jika mereka berbicara tentang keselamatan kekal, jika mereka berbicara tentang Empat Hal Terakhir: Kematian, Pengadilan, Neraka dan Surga. Jika tak satupun dari hal ini muncul dalam pembicaraan mereka, jangan percayai mereka - mereka telah merobah iman [Katolik].”
  • Uskup Agung Allen Vigneron
“Bagi seorang Katolik yang menerima Komuni Kudus dan masih menyangkal wahyu Kristus yang dipercayakan kepada Gereja adalah sedang mengatakan dua hal yang bertentangan sekaligus: 'Aku percaya Gereja menawarkan kebenaran yang menyelamatkan dari Yesus, dan aku menolak apa yang Gereja ajarkan.' Akibatnya, mereka akan bertentangan dengan diri mereka sendiri.”
  • Sr. Lucia, visioner Fatima
“Ketika [sepasang] kekasih bersama-sama, mereka menghabiskan berjam-jam mengulangi hal yang sama: aku mencintaimu! Apa yang hilang pada orang-orang yang berpikir Rosario membosankan adalah cinta.”
  • St. Therese of Lisieux
“Anda tidak bisa menjadi Orang Kudus yang setengah-setengah; anda harus menjadi Orang Kudus yang penuh atau bukan Orang Kudus sama sekali”
  •  Paus Emeritus Benediktus XVI
“Jika engkau mengikuti kehendak Allah, engkau tahu bahwa biarpun ada serba macam hal mengerikan yang terjadi atas dirimu, namun engkau tidak akan pernah kehilangan tempat perlindungan terakhir. Engkau tahu bahwa pondasi dunia ini adalah kasih sehingga biarpun tidak seorang manusiapun yang dapat atau bersedia membantumu, engkau tetap dapat berjalan maju, seraya mempercayai Dia yang mengasihimu.”
  • St. Yohanes Krisostomus
“Doa adalah tempat pengungsian bagi setiap kekhawatiran, sebuah landasan bagi keceriaan, sebuah sumber kegembiraan yang tetap, sebuah perlindungan terhadap kesedihan.”
  •  St. Siprianus Karthago
“Ekaristi adalah mahkota segala kehidupan rohani dan tujuan yang hendak dicapai semua sakramen.” —
-St. Thomas Aquinas-
Tuhan mengajar kita berdoa tidak hanya dengan perkataan, tetapi juga dengan perbuatan.”
  • St. Vincentius Ferrer
“Tuhan mengirimkan penderitaan dan kerapuhan jasmani kepada kita guna memberi kita sarana untuk membayar hutang-hutang kita yang luar biasa besar kepada-Nya. Oleh sebab itu, mereka yang berakal sehat menerimanya dengan sukacita, sebab mereka lebih memikirkan kebaikan yang dapat mereka peroleh darinya daripada memikirkan sengsara yang mereka alami karenanya. ”
  • Paus Fransiskus Benedictus Deus 
“Seorang Kristen adalah seorang yang membuka hatinya dengan semangat kebajikan, karena ia memiliki “segalanya”: Yesus Kristus. Hal-hal lain “tidak ada apa-apanya”. Beberapa ada yang baik, mereka memiliki tujuan, tetapi dalam saat harus memilih dia selalu memilih “segalanya”, dengan kelemah lembutan itu, kelemahlembutan Kristiani yang merupakan tanda murid-murid Yesus: kelemahlembutan dan kebajikan. Untuk hidup seperti ini adalah tidak mudah, karena kalian benar-benar akan menerima tamparan! Bahkan pada kedua pipi! Tetapi seorang Kristen adalah lemah lembut, seorang Kristen penuh kebajikan: dia membuka hatinya. Kadang-kadang kita menemukan di antara orang-orang Kristen ini seorang yang kecil hati, dengan ciut hati…. Ini bukan Kekristenan: ini adalah keegoisan, yang bertopeng Kekristenan.”
  •  St. Clara dari Asisi✥ Benedictus Deus
“Cinta yang tidak mampu menderita, tidak pantas disebut sebagai cinta”
  • Beata Teresa dari Kalkuta
“Aku telah menemukan paradox, bahwa jika kamu mencintai sampai terluka, maka tidak akan ada lagi luka itu, yang ada hanyalah cinta yang lebih.”
  •  Paus Fransiskus✥ Benedictus Deus 
  “Kita semua adalah orang yang berdosa. Tetapi Allah menyembuhkan kita dengan rahmat yang berlimpah, kerahiman dan kelembutan.”
  • St. Yohanes Maria Vianney
“Para orang kudus tidak menjadi suci tanpa pengurbanan dan perjuangan yang sangat besar.”
  • St. Yohanes Krisostomus
“Apakah doa kita dikabulkan, tidak tergantung pada banyaknya kata-kata, tetapi pada kesungguhan jiwa kita.”
  • Paus Paulus VI
“Maria mengajarkan kepada kita agar berdoa...
Maria tidak kenal lelah meminta anak-anaknya untuk berdoa.”
  • St. Theresia dari Lisieux
“Doa lisan menjadi doa batin, sejauh kita menjadi sadar, 'dengan Siapa kita berbicara'.”


  • St. Josemaria Escriva, 24 Maret 1930
“.hidup yang biasa, sehari-hari dan sederhana dapat merupakan sarana untuk mencapai kesucian: kalian tidak perlu meninggalkan tempat kalian di dunia untuk mencari Allah, kecuali jika Allah memberikan kepada kalian penggilan religius; semua cara di dunia dapat memberikan kesempatan kepada kalian untuk bertemu dengan Kristus.”
  •  St. Efraim dari Syria
“Jadikanlah buku meja makanmu, dan kamu akan penuh kebijaksanaan. Jadikanlah buku tempat tidurmu, dan malam-malammu akan nyenyak.”
  • St. Filipus Neri
“Bersukacitalah senantiasa, karena sukacita adalah jalan untuk berkembang dalam kebajikan.”


Sumber: 1.www.katolisitas.org 
               2.  Katolik online 
               3.https://luxveritatis7.wordpress.com
Advertisement

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search