Contoh Surat Perjanjian Sewa-Menyewa Tanah - Dihaimoma Menulis

Contoh Surat Perjanjian Sewa-Menyewa Tanah

- 23:20:00
                                                Surat Perjanjian Sewa-Menyewa Tanah

Yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : ……………………………………………
Umur : ……………………………………………
Pekerjaan : ……………………………………………
Alamat : ……………………………………………
Nomor KTP / SIM : ……………………………………………
Telepon : ……………………………………………

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : ……………………………………………
Umur : ……………………………………………
Pekerjaan : ……………………………………………
Alamat : ……………………………………………
Nomor KTP / SIM : ……………………………………………
Telepon : ……………………………………………

Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Para pihak menerangkan terlebih dahulu: -------------------------------------

1. Bahwa PIHAK PERTAMA adalah yang paling berhak penuh dan pemilik sah sebidang tanah Hak Milik yang diuraikan dalam ( --------- nomer sertifikat tanah --------- ), yang terletak di ( --------- alamat lengkap lokasi tanah --------- ), dan diuraikan lebih lanjut dalam ( --------- nomor gambar situasi --------- ), seluas [(…….) (---luas tanah dalam huruf ---)] meter persegi, dan untuk selanjutnya disebut TANAH. ---------------------------------------------

2. Bahwa PIHAK PERTAMA akan menyewakan TANAH tersebut di atas kepada PIHAK KEDUA. ------------------------------

3. Bahwa PIHAK KEDUA benar-benar telah menyatakan persetujuannya untuk menyewa TANAH dari PIHAK PERTAMA. --------------------------------------------------------------------

4. Bahwa para pihak menerangkan, bahwa PIHAK PERTAMA dengan ini menyewakan kepada PIHAK KEDUA, yang dengan ini menyewa TANAH dari PIHAK PERTAMA, yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dengan materai cukup serta dilampirkan dalam perjanjian ini. ----------------------------------------

5. Selanjutnya para pihak menerangkan bahwa sewa-menyewa TANAH ini dilangsungkan dan diterima dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam 13 (tiga belas) pasal, seperti berikut di bawah ini : -------------------------------------

PASAL 1

1. Sewa-menyewa ini dilangsungkan dan diterima untuk jangka waktu [(……..) ( --- waktu dalam huruf ---)], terhitung sejak tanggal ( ------ tanggal, bulan, dan tahun ------ ) dan berakhir pada tanggal ( ------ tanggal, bulan, dan tahun ------ ). ------------------------

2. Setelah jangka waktu tersebut lampau, maka sewa-menyewa ini dapat diperpanjang untuk jangka waktu dan dengan syarat-syarat serta ketentuan-ketentuan yang akan ditentukan dalam Surat Perjanjian tersendiri. -------------------------------------------------

PASAL 2

Harga sewa TANAH ditetapkan sebesar [(Rp. ………………,00) (------ jumlah uang dalam huruf ------ )] per tahun atau [(Rp. ………………,00) (------ jumlah uang dalam huruf ------ )] untuk keseluruhan jangka waktu sewa dan uang tersebut akan diberikan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA bersamaan dengan penandatanganan Surat Perjanjian ini sebagai tanda pelunasan dari seluruh jumlah uang sewa termaksud. -----------------------------------------------------------------------------

PASAL 3
PIHAK PERTAMA dalam masa sewa-menyewa ini sama sekali tidak diperbolehkan mengambil uang sewa tambahan lagi dari PIHAK KEDUA dengan mengemukakan dalih atau alasan apapun juga. -------

PASAL 4

PIHAK KEDUA berhak sepenuhnya untuk menggunakan TANAH yang disewanya dengan perjanjian ini untuk (………………………...) atas tanggung jawab PIHAK KEDUA sendiri dan dengan memerhatikan serta mentaati segala peraturan-peraturan hukum yang berlaku. --------------------------------------------------------------------------

PASAL 5

1. PIHAK KEDUA diwajibkan untuk memelihara TANAH yang disewanya dengan sebaik-baiknya dengan ongkos atau biaya pemeliharaan PIHAK KEDUA sendiri. --------------------------------

2. Setelah Perjanjian sewa-menyewa ini berakhir, PIHAK KEDUA diwajibkan untuk menyerahkan kembali TANAH yang disewanya dalam keadaan kosong dan terawat baik. ---------------

PASAL 6

1. Dalam masa berlakunya perjanjian ini, PIHAK PERTAMA membebaskan atau membolehkan PIHAK KEDUA untuk menyewakan kembali sebagian atau keseluruhan TANAH yang disewanya kepada PIHAK KETIGA dengan memberitahukan masalah tersebut secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA selambat-lambatnya [(……….) ( --- waktu dalam huruf ---)] bulan setelah tanggal pengoperan hak sewa. –--------------------------------

2. PIHAK KETIGA juga diperbolehkan mengoperkan kembali sewa TANAH kepada PIHAK KEEMPAT dan pihak-pihak selanjutnya dimana PIHAK KEDUA tetap harus memberitahukan masalah tersebut kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya [(………..) ( --- waktu dalam huruf ---)] bulan setelah tanggal pengoperan hak sewa, dengan tetap memerhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: ---------------------------------------------------------------

a. Jangka waktu sewa-menyewa sesuai dengan yang ditentukan sesuai Pasal 1 Surat Perjanjian ini. -------------------

b. Pihak-Pihak yang menerima pengoperan sewa berhak menyewa TANAH untuk sisa waktu sewa saja. ----------------

c. Pihak-Pihak yang menerima pengoperan tetap diwajibkan memelihara TANAH yang disewanya sesuai Pasal 5 Perjanjian ini. -------------------------------------------------------------

PASAL 7

Segala macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan TANAH di atas diberlakukan ketentuan sebagai berikut: ------

1. Sejak sebelum hingga waktu ditandatanganinya perjanjian ini masih menjadi kewajiban dan tanggung jawab PIHAK PERTAMA.---------------------------------------------------------------------

2. Setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan seterusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA atau Pihak-Pihak yang menerima pengoperan sewa dari PIHAK KEDUA. ------------------------------------------------------------------------

3. Perbuatan atau tindakan yang melanggar hukum yang dilakukan PIHAK KEDUA atau Pihak-Pihak yang menerima pengoperan sewa dari PIHAK KEDUA sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA atau Pihak-Pihak yang menerima pengoperan sewa dari PIHAK KEDUA. -----------------

PASAL 8

1. Perjanjian ini tidak berakhir karena salah satu pihak meninggal dunia, melainkan akan tetap bersifat turun-temurun dan harus dipatuhi oleh para ahli waris atau penerima hak masing-masing pihak. ----------------------------------------------------------------------------

2. Perjanjian ini juga tidak berakhir apabila TANAH tersebut di atas dijual oleh PIHAK PERTAMA atau karena sebab apapun juga yang menyebabkan hak pemilikan atas TANAH beralih kepada orang atau pihak lain. ---------------------------------------------

3. Pihak yang menjadi pemilik baru atas TANAH tersebut di atas tetap diwajibkan mematuhi dan melaksanakan perjanjian ini sebagaimana seharusnya. --------------------------------------------------

PASAL 9

Apabila salah satu dari kedua belah pihak melakukan kecurangan atau melanggar serta tidak mentaati perjanjian ini, maka diberlakukan peraturan sebagai berikut: ---------------------------------------------------------

1. Apabila PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran atau tidak mentaati perjanjian ini maka PIHAK PERTAMA berhak untuk minta perjanjian ini dibatalkan. -------------------

2. Apabila PIHAK PERTAMA melakukan pelanggaran atau tidak mentaati perjanjian ini maka PIHAK PERTAMA wajib memberikan atau membayar ganti rugi kepada PIHAK KEDUA.---------------------------------------------------------

3. Besarnya ganti rugi tersebut ditetapkan oleh 3 (tiga) orang arbiter yang terdiri dari: -----------------------------------------------

a. Seorang arbiter yang ditunjuk PIHAK PERTAMA, ------

b. Seorang arbiter yang ditunjuk PIHAK KEDUA, dan ----

c. Seorang yang ditunjuk arbiter dari PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA. ---------------------------------------------

4. Apabila keputusan para arbiter tidak memuaskan kedua belah pihak, masing-masing pihak bersepakat untuk membawa dan menyerahkan masalah tersebut kepada ( ------ Kantor Pengadilan Negeri ------ ) untuk mengangkat 1 (satu) atau 2 (dua) orang arbiter baru guna melengkapi arbiter-arbiter yang telah ada. -------------------------------------------------

PASAL 10

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak. ----------------------------------------

PASAL 11

Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di ( ------ Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri ------ ). ---------------

PASAL 12

TANAH yang disewakan telah diserahkan secara layak oleh PIHAK PERTAMA dan telah diterima dengan baik oleh PIHAK KEDUA. ----

PASAL 13

Surat perjanjian sewa – beli ini dibuat rangkap 2 (dua) dan ditandatangani kedua belah pihak di ( ----- tempat ------) pada hari ( …………………) tanggal [( ……. ) ( --- tanggal dalam huruf ---)] ( --- bulan dalam huruf ---) tahun [( …… ) ( --- tahun dalam huruf ---)] dimana masing-masing pihak berada dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga. ------------------

PIHAK PERTAMA                                                                 PIHAK KEDUA

[ ------------------------- ]                                                    [ ------------------------ ]

WARNING

1. Komentar Anda merupakan sebuah kontribusi untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih berguna dan Informatif

2. Komentar dan kritikan Anda untuk isi blog ini kami sangat menghargai.

3. Komentar harus menggunakan bahasa yang baik, benar, dan mendidik.

loading...
 

Start typing and press Enter to search